Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 08:34:47 • 219 klik
BUDIDAYA DAN PENANGANAN PASCAPANEN KOMODITAS BAWANG MERAH BINAAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN RUBARU
disusun oleh Nuriyana Winarsih; Ayyul Nur Fariqoini; Desi Navila Sari; Rosidatul Laili; Alivia Silmi Khoirunnisa
| Subyek: | BAWANG MERAH |
| Kata Kunci: | BAWANG MERAH |
[ Anotasi Abstrak ]
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan oleh masyarakat dan berperan penting terhadap perekonomian nasional dan menjadi komoditas prioritas karena kebutuhan bawang merah yang terus meningkat dari tahun ke tahun (Malik, 2019). Pada tahun 2015 Indonesia masih mengimpor bawang merah karena tingginya permintaan dan rendahnya produksi. Namun, pada tahun 2016 pemerintah Indonesia melalui Kementan telah mengurangi impor bawang merah. Seiring dengan kerja keras petani dan pemerintah, sejak tahun 2017 Indonesia telah melakukan swasembada bawang merah dan menjadi negara pengekspor ke beberapa negara tetangga (Nurhayati et al., 2022). Menurut Nurwahyudi et al., (2020) nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah sektor penyokong dalam ekonomi terbesar dengan sektor lainnya. Dalam 5 tahun terakhir peningkatan PDRB mengalami peningkatan dengan harga rata-rata yang bertambah sekitar Rp. 3,31 triliun, sedangkan harga konstan rata-rata sekitar Rp. 1,59 triliun, dengan adanya kenaikan ini nilai PDRB Sumenep berubah ke urutan 13 yang sebelumnya urutan 20 dari 38 kabupaten se Jawa Timur. Pemerintah memiliki program pada kawasan agropolitan di Kabupaten Sumenep pada perencanaan tahun 2016 2021 adalah program produksi, peningkatan kualitas bahan baku, penyediaan pada sarana dan prasarana pertanian, serta pembinaan usaha hasil pertanian (Zainatul Laili, 2022). Kabupaten Sumenep menjadi sentra produksi bawang merah yang berada pada urutan ke-8 di Provinsi Jawa Timur, dengan luas lahan 1.126 ha yang dapat menghasilkan produksi sebesar 75.020 ton pada tahun 2019 (BPS Jawa Timur, 2020). Pengembangan bawang merah pada wilayah agropolitan di Kabupaten Sumenep berperan penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat, karena masyarakat Sumenep masih banyak menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Bawang merah Sumenep adalah bawang merah yang aromatik varietas unggul nasional yang mempunyai nama dengan varietas Rubaru. Bawang merah menjadi komoditas yang sangat penting untuk dibudidayakan karena tingginya kebutuhan konsumsi rumah tangga (Luta et al., 2020). Dengan hal tersebut tentunya produksi dan produktivitas bawang merah yang ada harus selaras dengan menggunakan teknologi perbaikan pada budidaya bawang merah. Pengolahan hasil pertanian bawang merah merupakan kegiatan yang dapat mengubah bawang merah menjadi suatu produk mulai dari bentuk dan rasa serta dapat memperpanjang daya simpan. Oleh karena itu, diharapkan hasil dari pengolahan bawang merah tersebut dapat meningkatkan nilai jual (Handayani et al., 2020). Kecamatan Rubaru sendiri sudah memiliki perusahaan yang dapat mengelola hasil pertanian bawang merah yaitu PT Permata Indah Rubaru atau disebut dengan PT PIR yang bergerak pada bidang perdagangan hulu hilir pertanian. PT PIR mampu menjadi perusahaan yang dapat bersaing di Indonesia dengan mengangkat produk unggulan Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi besar. Permasalahan yang terjadi pada usahatani bawang merah di Kecamatan Rubaru yaitu kurangnya penyediaan benih unggul yang menjadi hambatan dalam pengembangan di sektor pertanian. Fluktuasi harga bawang merah juga menjadi masalah yang kerap terjadi di Kecamatan Rubaru, ketersediaan bawang merah tidak menentu atau harga dari bawang merah terbilang cukup mahal dapat disebabkan oleh produksi bawang merah yang tidak berubah atau tetap sedangkan permintaan oleh konsumen maupun penangkar semakin meningkat.
| Kontributor | : Novi Diana Badrut Tamami, SP., MP |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200321100094 |
| No Koleksi | : 200321100094 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27649-200321100094-DESI NAVILA SARI#200321100094#AGRIBISNIS.pdf - 5890 KB
Dokumen sejenis...- STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS USAHA TANI BAWANG MERAH MELALUI PERBAIKAN EFISIENSI TEKNIS (STUDI KASUS DESA BANG SEREH KECAMATAN BATU MARMAR KABUPATEN PAMEKASAN)
- RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L)VARIETAS MANJUNG TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KALIUMDI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- ANALISIS SENSORIS FISIK DAN FINANSIAL KERUPUK DAUN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)
- ANALISIS SUMBER DAYA YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK
- RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT PEMOTONGAN UMBI BIBIT DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR
Dokumen yang bertautan...- STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS USAHA TANI BAWANG MERAH MELALUI PERBAIKAN EFISIENSI TEKNIS (STUDI KASUS DESA BANG SEREH KECAMATAN BATU MARMAR KABUPATEN PAMEKASAN)
- RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L)VARIETAS MANJUNG TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KALIUMDI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- ANALISIS SENSORIS FISIK DAN FINANSIAL KERUPUK DAUN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)
- ANALISIS SUMBER DAYA YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK
- RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT PEMOTONGAN UMBI BIBIT DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR
Kembali ke Daftar 