Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 08:40:38  •  216 klik

PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI BIJI KOPI ROBUSTA DI PTPN XII KEBUN BANGELAN KABUPATEN MALANG
disusun oleh HELMI REYZA NAZARI

Subyek: KOPI
Kata Kunci: KOPI

[ Anotasi Abstrak ]

Kopi bukan asli kepulauan Indonesia. Pada akhir abad ke-16, ketika Indonesia masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, VOC membawa tanaman kopi arabika ke negara tersebut. Mereka tertarik untuk mematahkan monopoli Arab dalam perdagangan kopi global. Pemerintah kolonial Belanda pertama kali menanam bibit kopi di sekitar Batavia (Jakarta) hingga ke Sukabumi dan Bogor. Kemudian karena permintaan pasar yang meningkat, perkebunan kopi mulai didirikan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa daerah di Sumatera dan Sulawesi (Gumulya dan Helmi, 2017). Kopi merupakan komoditas pertanian yang paling akrab di telinga masyarakat baik dari kalangan menengah atas maupun kalangan menengah bawah. Kopi merupakan salah satu komoditas tanaman yang bersamaan dengan tanaman perkebunan lainnya dengan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berperan penting sebagai sumber mata uang negara (Risandewi, 2018). Provinsi Jawa Timur merupakan daerah dengan luas tanam kopi terbesar dibandingkan dengan daerah lain di pulau jawa. Pada tahun 2014, luas perkebunan kopi mencapai 1.230.495 hektar dan dihasilkan kopi beras sebanyak 643.857 ton. Ekspor kopi Indonesia mencapai 384.815 ton dengan nilai US$1.039.340.705. Perkebunan kopi Indonesia mayoritas (96,19%) merupakan perkebunan rakyat (PR) yang dikelola oleh 1.765.401 petani, sedangkan sebagian kecil dikelola oleh perkebunan pemerintah dan swasta. Tanaman kopi yang paling banyak ditanam adalah tanaman jenis kopi robusta, sekitar 73,13%, dan sisanya adalah kopi arabika (Bengkulu et al., 2017). Mutu kopi sangat tergantung pada bagaimana penanganannya selama dan setelah panen. Kopi dengan umur yang tua dan berwarna merah pada saat masa petik merupakan kopi yang berkualitas tinggi. Kopi yang belum merah tetapi sudah dipetik mengurangi aroma dan rasa karena buah kopi belum matang sempurna (Gumulya Helmi, 2017). Pengendalian mutu proses produksi biji kopi robusta sangat penting untuk memastikan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa urgensi pengendalian mutu proses produksi biji kopi robusta: memastikan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Meningkatkan kualitas biji kopi petani dengan jenis kopi yang baik. Mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki mutu yang baik sampai tahap proses pengolahan. Menentukan kemampuan proses berdasarkan keluaran mutu pada setiap tahapan proses pengolahan biji kopi robusta (Isyariansyah et al., 2018).

Kontributor: Khoirul Hidayat, S.T., M.T
Tanggal tercipta: 2023-06-22
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100081
No Koleksi: 200331100081


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27650-200331100081-Helmi Reyza Nazari_200331100081_Laporan PKL.pdf - 1150 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar