Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 08:45:36 • 153 klik
PEMETAAN BATIMETRI DI PELABUHAN MALAHAYATI, ACEH MENGGUNAKAN MIDAS SURVEYOR SINGLE FREQUENCY
disusun oleh ALIFIA RUSYDAH FITRIA DEWI
| Subyek: | BATIMETRI |
| Kata Kunci: | BATIMETRI |
[ Anotasi Abstrak ]
Secara geografis, Indonesia terbentang dari 60 LU sampai 110 LS dan 950 sampai 1410 BT dan terdiri dari pulau besar dan kecil yang berjumlah 17.504 pulau. Indonesia disebut juga negara maritim dengan luas total wilayah laut tiga perempat dari total luas wilayah daratan. Menurut UNCLOS 1982, wilayah perairan Indonesia memiliki total luasan seluas 5,9 km2 . (Lasabuda, 2013). Dengan potensi geografis, Indonesia dapat meningkatkan pembangunan dan perekonomiannya, antara lain melalui peningkatan fasilitas dan pemeliharaan pelabuhan (Made et al., 2014). Pelabuhan adalah salah satu sarana transportasi laut yang penting bagi negara kepulauan yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk bersandarnya kapal, bongkar muat barang, dan lain sebagainya. Pelabuhan tidak lepas dari kegiatan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Pemeliharaan pelabuhan sangat penting dilakukan, utamanya pada daerah kolam pelabuhan. Kolam pelabuhan seringkali terjadi pendangkalan yang dapat mengganggu aktivitas keluar masuknya kapal. Pendangkalan tersebut terjadi pada pelabuhan malahayati yang menjadi salah satu pelabuhan internasional dan utama di Provinsi Aceh dalam bidang bongkar muat barang (Kasvia dan Abdi, 2018). Oleh karena itu, diperlukannya kegiatan survei batimetri yang digunakan sebagai pendukung perencanaan kegiatan pengerukan. Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan instrumen bernama echosounder. Instrumentasi kelautan ini digunakan sebagai alat untuk mengukur kedalaman dari suatu perairan. Data yang diambil dari instrumen ini hasilnya akan diolah dan divisualisasikan menggunakan bantuan perangkat lunak (Made et al., 2014). Dengan demikian, adanya kegiatan PKL ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman dan bentuk topografi dasar dari Pelabuhan Malahayati, Aceh yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk rencana rekayasa kelautan.
| Kontributor | : Ashari Wicaksono, S.Kel., M.Si., M.Sc |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100109 |
| No Koleksi | : 200341100109 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27651-200341100109-Alifia Rusydah Fitria Dewi_200341100109_laporan pkl.pdf - 5569 KB
Dokumen sejenis...- Pemetaan Batimetri di Perairan Pulau Mandangin dengan Data Citra Landsat 8
- Studi Batimetri Untuk Kesesuaian Ekowisata Pantai Di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep
- PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN ALAT FISH FINDER GARMIN DAN FURUNO DI PERAIRAN PULAU GILI KETAPANG,KABUPATEN PROBOLINGGO.
- PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
- PEMETAAN BATIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) DI PULAU NUSA BARUNG, JEMBER
Dokumen yang bertautan...- Pemetaan Batimetri di Perairan Pulau Mandangin dengan Data Citra Landsat 8
- Studi Batimetri Untuk Kesesuaian Ekowisata Pantai Di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep
- PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN ALAT FISH FINDER GARMIN DAN FURUNO DI PERAIRAN PULAU GILI KETAPANG,KABUPATEN PROBOLINGGO.
- PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
- PEMETAAN BATIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) DI PULAU NUSA BARUNG, JEMBER
Kembali ke Daftar 