Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 14:19:48  •  1414 klik

POLINASI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) di PT. WIRA AGRO NUSANTARA SEJAHTERA, PARE, KABUPATEN KEDIRI
disusun oleh ADIL SUJATMIKO

Subyek: TERONG
Kata Kunci: TERONG

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang dapat ditanamai tanaman sayuran dengan subur, salah satu tanaman yang dapat tumbuh subur adalah terong ungu (Solanum melongena L) (Rukmana 1994). Tanaman terong ungu (Solanum melongena L) merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan dan bernilai ekonomis di Indonesia (Kahar et al. 2016). Pada tahun 2019 produksi terong mencapai 575,393 ton, pada tahun 2020 mencapai 575,392 ton dan pada tahun 2021 meningkat sampai 676,339 ton (BPS 2022). Produksi yang terus meningkat setiap tahunnya diperlukan juga usaha untuk menjaga kualitas tanaman terong, untuk menjaga kualitas tanaman terong didapatkan melalui proses penyerbukan (Anto 2019). Namun proses ini seringkali menemui kendala, yaitu dari morfologi bunga terong itu sendiri. Salah satu fenomena yang ada adalah heterostyly yang dapat menurunkan potensi hasil dari tanaman tersebut. Heterostyly ialah tanaman yang mempunyai tangkai putik (stylus) lebih panjang daripada tangkai sari sehingga polen tidak dapat menempel pada kepala putik, maka dalam penyerbukan memerlukan bantuan angin dan juga serangga (Kowalska 2006). Permasalahan yang lain adalah kemandulan bunga jantan yaitu ketidakmampuan tanaman untuk menghasilkan serbuk sari fungsional (Topino. et al. 2011). Salah satu hal yang dapat untuk mengurangi permasalahan tersebut yaitu dengan cara polinasi buatan. Polinasi memiliki manfaat sebagai produksi buah dan biji, bermanfaat sebagi biodiversity (keanekaragaman hayati) polinasi dapat digunakan untuk persilangan sehingga dapat menciptakan keturunan yang beragam secara genetik, yang dapat lebih beradaptasi pada lingkungan yang berbeda, memiliki manfaat juga sebagai food security (ketahanan pangan) beberapa tanaman memerlukan polinasi sehingga dapat menghasilkan buah ataupun hasil, polinasi juga bermanfaat dalam bidang ekonomi karena polinasi dapat meningkatkan hasil produksi secara signifikan (Brezee. et al 2015). Polinasi dapat berfungsi untuk reproduksi sehingga dapat menjaga keturunan tanaman. Tumbuhan yang melakukan penyerbukan silang adalah untuk mendapatkan keturunan yang mempunyai komponen genetik yang sama dengan tetuanya. Keturunan tumbuhan yang melakukan penyerbukan silang biasanya akan mengalami penurunan baik dalam hal penampilan dan hasil dibanding tetuanya (Hallauer et al. 2010). Penyerbukan (pollination) adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik (Oz et al. 2009). Polinasi buatan dapat meningkatkan produktivitas tanaman terong, sehingga pada tanaman terong yang memiliki produktivitas tinggi dapat memenuhi penyediaan benih hibrida (Yanik et al. 2017). Dari uraian di atas penulis mengambil topik polinasi pada tanaman terong ungu untuk memahami proses polinasi tanaman terong ungu.

Kontributor: Fahmi Arief Rahman, S.P., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100065
No Koleksi: 200311100065


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27676-200311100065-200311100065_Adil Sujatmiko_Laporan PKL .pdf - 7712 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar