Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 14:24:37  •  203 klik

ANALISIS PERMASALAHAN PENYIMPANAN GULA DENGAN PARAMETER SIFAT HIGROSKOPIS GULA DI GUDANG HASIL PRODUKSI PG. REJO AGUNG BARU MADIUN
disusun oleh SELLY NURRISKA

Subyek: GULA
Kata Kunci: GULA

[ Anotasi Abstrak ]

Industri gula merupakan agroindustri penting di dunia, karena gula merupakan bahan pangan sekaligus sebagai salah satu pendukung ketahanan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Permintaan gula setiap tahunnya selalu meningkat. Gula dibutuhkan manusia karena mengandung kalori sebagai sumber energi dan digunakan sebagai penyusun utama bahan pemanis oleh industri makanan dan minuman. Tebu merupakan bahan baku pada industri gula dan tanaman penghasil uang terbesar didunia, menyumbang sekitar 80% dari perekonomian di dunia (Muharja et al., 2022). Komoditas gula merupakan komoditas yang memiliki sifat higroskopis. Sifat higroskopis pada gula merupakan kemampuan gula dalam mengikat air yang disebabkan oleh adanya gugus polihidroksil yang mampu membentuk ikatan hidrogen. Sifat higroskopis pada gula dipengaruhi oleh kelembaban relatif (RH) dan suhu lingkungan sekitar tempat penyimpanan komoditas tersebut (Adna Ridhani et al., 2021). Kadar air merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas dan karakteristik fisiko-kimia, dan organoleptik produk gula selama produksi dan penyimpanan. Terjadinya perubahan kadar air pada suatu produk pangan akan menyebabkan produk mengalami kerusakan seperti munculnya jamur dan bakteri, pengerasan maupun penggumpalan terutama pada produk gula. Sehingga produk mengalami daya simpan yang relatif pendek. Berdasarkan The Institute of Food Technologists, USA, menyatakan bahwa umur simpan sebuah produk pangan dapat didefinisikan sebagai selang waktu antara produk tersebut diproduksi hingga saat dikonsumsi memiliki penampakan, rasa, tekstur, dan nilai gizi produk tersebut masih dalam kondisi baik. Namun, jika konsumen menerima produk tersebut dalam kondisi tidak sesuai berdasarkan sifat-sifat tertentu, maka produk dinyatakan sebagai akhir dari masa simpan (Kurniawan et al., 2018). Kualitas gula yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain yaitu proses produksi dan proses penyimpanan. Penyimpanan atau pengendaliaan persediaan merupakan bagian dari manajemen pergudangan. Pentingnya penggudangan untuk produk akhir sebagai acuan untuk mengamankan dari adanya kerusakan produk. Pelaksanaan manajemen penggudangan merupakan suatu proses yang meliputi pengaturan barang yang masuk ke gudang dan barang yang keluar dari gudang. Gudang memiliki beberapa fungsi dasar, diantaranya yaitu perpindahan (movement) yang meliputi aktivitas penerimaan (receiving), transfer atau penyimpanan (transfer put away), pengambilan pesanan pelanggan atau penyeleksian pesanan (customer order picking order selection). Penerapan manajemen penggudangan dalam suatu industri, terdapat beberapa hal penting yang perlu diterapkan untuk menangani dan mengendalikan material yang terdapat dalam gudang. Hal tersebut yaitu pemeriksaan keluar masuknya barang, administrasi barang, inventory aktiva lancar, stock opname, dan tindak lanjut sistem pergudangan yang telah ada (Herdianzah et al., 2022). Permasalahan yang dialami oleh gudang pabrik gula PG. Rejo Agung Baru Madiun ini yaitu terbuangnya gula basah di gudang hasil akibat higroskopis pada setiap tahunnya. Penyimpanan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk yang disimpan. Upaya untuk mengatasi permasalahan gudang hasil produksi PG. Rejo Agung Baru Madiun mengenai parameter sifat higroskopis gula yang menyebabkan gula mengalami kerusakan akibat penyimpanan jangka panjang yaitu dapat dilakukan dengan menganalisis serta memperbaiki faktor-faktor yang memengaruhi laju kerusakan produk gula. Oleh karena itu, dengan adanya upaya mengatasi permasalahan gudang PG. Rejo Agung Baru Madiun maka gula yang dikeluarkan tetap terjaga kualitasnya dan memilki umur simpan yang cukup lama.

Kontributor: Hamzah Fansuri, S.ST., M.T.
Tanggal tercipta: 2023-06-03
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100029
No Koleksi: 200331100029


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27678-200331100029-SELLY NURRISKA_200331100029_LAPORAN PKL.pdf - 835 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar