Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-06 14:27:45 • 333 klik
Perbedaan penggunaan media substrat pada transplantasi karang Acropora sp. di PT AGUNG AQUATIC MARINE
disusun oleh FEBRI ALAMSYAH
| Subyek: | karang Acropora sp. |
| Kata Kunci: | karang Acropora sp. |
[ Anotasi Abstrak ]
Provinsi Bali memiliki panjang garis pantai kurang lebih 470 km dengan luas daratan 5.632,86 km2 (Restu, 2011). Provinsi bali merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang memiliki dampak yang sangat besar di bidang pariwisata. Sektor pariwisata di Provinsi Bali di dominan dengan keindahan laut. Pantai Pandawa merupakan salah satu kawasan destinasi wisata pantai di Bali yang terletak di Desa Adat Kutuh, Kecamatan Badung. Pantai Pandawa sebelum terkenal seperti sekarang dulu dikenal dengan pantai rahasia (secret beach), hal ini dikarenakan pantai Pandawa tertutup oleh tebing. Persebaran terumbu karang hampir merata di sepanjang pantai di Indonesia. Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang terbentuk dari biota laut menghasilkan kapur bersama-sama, terutama karang batu dan ganggang berkapur dengan organisme lain yang hidup di dasar laut. Prasetya et al. (2018) Terumbu karang merupakan struktur dasar laut yang memiliki deposit kalsium karbonat dilaut yang dihasilkan oleh hewan karang. Terumbu karang memiliki banyak tipe substrat seperti substrat lumpur, patahan karang dan pasir. Terumbu karang adalah tempat organisme tumbuhan dan hewan terlihat makan dan hidup. Tubuh menjadi pelindung pantai dan kehidupan ekosistem perairan dangkal yang disebabkan oleh abrasi laut (Sheppard et al. 2019). Ekosistem terumbu karang berada pada perairan yang dangkal seperti pulau-pulau dikawasan yang beriklim tropis. Uar et al. (2016) mengatakan terumbu karang membutuhkan intensitas cahaya yang cukup banyak membutuhkan suhu perairan yang hangat untuk pertumbuhan yang maksimum. Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan ekologi pesisir dan pantai, terutama bagi hewan karang yang membutuhukan nutrient. Supriharyono et al. (1992) mengatakan terumbu karang berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan degradasi. Mengingat pentingnya fungsi dan keberadaan terumbu karang, maka perlu dilakukan pengelolaan secara berkelanjutan agar ekosistem terumbu karang tetap sehat. Banyak strategi telah dilakukan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang mati. Transplantasi karang adalah metode penanaman kembali karang dengan memotong karang alami dan mencangkoknya ke substrat buatan. Soedharma dan Arafat (2006) dalam Subhan et al. al (2014) Tujuan utama transplantasi karang adalah untuk meningkatkan kualitas terumbu karang, seperti peningkatan tutupan karang hidup, keanekaragaman hayati dan topografi karang yang unik. Oleh karena itu, mengingat Indonesia merupakan Segitiga Terumbu Karang dunia, maka transplantasi karang merupakan suatu keharusan. Menurut Tomascik (1997) dalam Souhoka dan Patty (2013) luas terumbu karang di Indonesia sekitar 85.707 km2, meliputi terumbu karang tepi 14.542 km2, terumbu karang penghalang 50.223 km2, terumbu karang laut 1.402 km2, terumbu karang cincin seluas 19.540 km2. Susanto el. al (2015) mengatakan kondisi karang di Indonesia pada tahun 1993 hingga 2012 hanya 5,3% karang yang dikategorikan sangat baik, 27,2% dalam kondisi baik, 37,3% dalam kondisi sedang dan 30,5% kondisi buruk. Mengingat Indonesia merupakan wilayah triangle coral dunia, maka harus dilakukan transplantasi karang guna menjaga ekosistem terumbu karang agar terjaga lebih baik.
| Kontributor | : Insafitri., ST., M.Sc., Ph.D |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100098 |
| No Koleksi | : 200341100098 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27679-200341100098-FEBRI ALAMSYAH#200341100098#ILMU KELAUTAN.pdf - 4338 KB
Dokumen sejenis...
Dokumen yang bertautan...- Perbedaan penggunaan media substrat pada transplantasi karang Acropora sp. di PT AGUNG AQUATIC MARINE
- ANALISIS DENSITAS DAN INDEKS MITOTIK ZOOXANTHELLAE PADA KARANG Acropora sp. DAN Favites sp. DI PANTAI PASIR PUTIH SITUBONDO DAN GILI KETAPANG
Kembali ke Daftar 