Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-07-07 08:05:18  •  912 klik

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) di UPT LABORATORIUM KESEHATAN IKAN dan LINGKUNGAN, UMBULAN PASURUAN, JAWA TIMUR
disusun oleh TARISA SHOLIKHA WATI

Subyek: IKAN NILEM
Kata Kunci: IKAN NILEM

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan nilem (Osteochilus vittatus) termasuk salah satu komoditas ikan air tawar yang menjadi produk unggulan yang dikembangkan dalam budidaya perikanan. Budidaya ikan nilem banyak dikembangkan oleh pembudidaya pada daerah Sumatera (khususnya Sumatera Barat) dan Priangan (Jawa Barat). Ikan nilem terkenal memiliki rasa daging dan telur yang sangat gurih, sehingga prospek pasar ikan nilem tidak hanya menyebar di pasaran lokal saja, tetapi dapat menembus sampai pasar internasional. Keuntungan budidaya ikan nilem (Osteochilus vittatus) dari sisi kelestarian lingkungan dapat dilihat dari kebiasaan makannya yakni, tergolong ikan organik yang berperan sebagai pembersih kotoran. Setyaningrum et al. (2019), menyatakan bahwa budidaya ikan secara intensif umumnya terkendala oleh penurunan kualitas air yang disebabkan oleh penumpukan limbah pada aktivitas budidaya. Sumberdaya ikan nilem yang cenderung menurun di perairan umum disebabkan oleh masyarakat yang melakukan penangkapan secara berlebihan. Pemeliharaan ikan nilem umumnya masih dilakukan secara tradisional, bahkan hanya dijadikan sebagai produk sampingan dari hasil budidaya ikan secara polikultur dengan ikan mas mujaer, nila dan gurame, sehingga hasil budidaya ikan nilem masih belum optimal (Ismayadi et al., 2016). Keberhasilan budidaya ikan nilem (Osteochilus vittatus) memerlukan ketersediaan benih yang berkualitas baik dalam jumlah cukup secara berkesinambungan Pemberian pakan yang sesuai nutrisi ikan termasuk faktor yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan usaha pemeliharaan ikan secara intensif. Usaha budidaya ikan nilem tidak akan cukup apabila hanya mengandalkan benih secara alami, karena ikan nilem memijah pada awal musim penghujan. Menurut Rosmawati et al. (2013), ikan nilem (Osteochilus vittatus) mempunyai cita rasa yang spesifik dibandingkan ikan tawar lainnya, hal ini dikarenakan daging ikan nilem mengandung sodium glutamate yang terbentuk secara alami. Sodium glutamate dalam daging ikan nilem terbentuk karena adanya pengaruh kebiasaan makan pakan alami plankton terutama ganggang yang tumbuh akibat pemupukan kolam. Ikan nilem yang memiliki warna coklat kehijauan paling dominan untuk dibudidayakan, hal ini dikarena ikan nilem yang berwarna coklat kehijauan memiliki kecepatan laju pertumbuhan yang baik. Ikan nilem termasuk salah satu ikan yang mudah dipelihara serta memiliki sintasan reproduksi yang tinggi, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk unggulan budidaya. Potensi lain yang dimiliki ikan nilem sampai saat ini terdapat pada telurnya yang memiliki cita rasa yang lezat dan memiliki peluang sebagai komoditas ekspor (Jusmaldi et al., 2020). Pembenihan ikan nilem (Osteochilus vittatus) dilakukan untuk menghasilkan kualitas benih ikan yang baik. Pengembangan usaha budidaya ikan nilem masih belum banyak dibudidayakan oleh petani ikan. Tingkat kelangsungan hidup pada pembenihan ikan nilem dapat mencapai 80-90%, hal ini sesuai dengan pernyataan Syamsuri et al. (2017), bawa keberadaan populasi ikan nilem di perairan umum semakin menurun, sehingga pembenihan ikan nilem perlu dikembangkan untuk menjaga pupulasinya. Penebaran hasil pembenihan ikan nilem di habitat alaminya seperti sungai masih tidak dapat meningkatkan jumlah populasinya, hal ini disebabkan adanya kerusakan pada lingkungan perairannya akibat faktor alami ataupun antropogenik. Setiawan et al. (2017), menyatakan bahwa menurunnya populasi ikan nilem pada perairan umum disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan yang tidak seleksif terhadap ukuran, alat tangkap, serta terdapat sedimentasi perairan. Upaya yang dapat menjamin populasi ikan nilem di masa yang mendatang yakni dengan melakukan langkah-langkah serta strategi perlindungan populasi ikan nilem yang diterapkan oleh pembudidaya. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah dengan mengembangkan kegiatan budidaya ikan nilem melalui pembenihan, pendederan, pembesaran, dan perlindungan ikan nilem pada habitat alaminya yakni perairan umum. Budidaya ikan nilem secara intensif umumnya memiliki kendala pada penurunan kualitas air yang disebabkan oleh penumpukan limbah yang dihasilkan pada aktivitas budidaya, sehingga peningkatan produksi budidaya ikan harus diimbangi dengan pengelolaan kualitas air (Setyaningrum et al., 2019). Teknik pembenihan ikan nilem (Osteochilus vittatus) perlu dikembangkan untuk menghasilkan produksi benih ikan yang berkualitas serta kualitas induk yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Benih ikan yang memiliki kualitas baik akan tumbuh dengan cepat serta tahan terhadap serangan penyakit sehingga tingkat kematian benih ikan nilem (Osteochilus vittatus) menurun. Manajemen budidaya kolam dimulai dengan menyiapkan kolam sebelum proses pemijahan. Teknik pembenihan diawali dengan persiapan kolam, seleksi induk, proses pemijahan, pemeliharaan telur, dan pendederan atau pembesaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan yaitu melalui budidaya secara intensif yang dilakukan padai kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Umbulan, Pasuruan. dalam melestarikan produksi ikan asli Indonesia dalam memenuhi jumlah populasi ikan agar seimbang. Upaya pengembangan produksi ikan nilem dapat dilakukan dengan menjaga kelestariannya melalui pengembangan kegiatan budidaya. Perkembangan teknologi reproduksi dalam usaha budidaya perikanan sangat dibutuhkan, khususnya dalam pengadaan benih berkualitas unggul untuk meningkatkan jumlah produktivitas ikan nilem (Hidayati et al., 2015).

Kontributor: AB. Chandra, S.Si., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100021
No Koleksi: 200351100021


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27692-200351100021-Tarisa Sholikha Wati-200351100021-laporan pkl.pdf - 4168 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar