Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-07 08:21:30  •  200 klik

PENGUJIAN KUALITAS AIR DAN TOTAL VIBRIO DARI TAMBAK UDANG VANNAME DI LABORATORIUM MANDIRI DALEGAN GRESIK
disusun oleh Rosalinda

Subyek: UDANG VANNAME
Kata Kunci: UDANG VANNAME

[ Anotasi Abstrak ]

Vibrio merupakan bakteri akuatik yang banyak ditemukan pada sungai, muara kolam dan laut. Vibrio memiliki daya tahan salinitas yang cukup tinggi, oleh karena itu bakteri Vibrio dapat mencemari pangan hasil laut. Kontaminasi yang dilakukan oleh bakteri Vibrio dapat dimulai pada perairan, tempat hidup, pengangkutan, pencucian, dan juga penyimpanan, apabila udang telah terkontaminasi bakteri Vibrio maka udang yang harusnya menjadi sumber gizi akan berubah menjadi sumber penyakit bagi konsumen dan menyebabkan terjadinya infeksi gastrointenial yang ditandai dengan muntah, diare, dan rusaknya pembuluh darah. Kontaminasi bakteri Vibrio banyak terjadi akibat kualitas perairan yang tidak sesuai. (Kusmarwati et al., 2020). Kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri vibrio terjadi akibat kualitas perairan yang tidak sesuai dengan standart kualitas perairan yang sudah di tetapkan. Kualitas air yang digunakan dalam budaya udang vannamei pada umumnya memiliki kecerahan air ideal 30 cm, hal tersebut bertujuan agar dapat menunjukkan populasi plankton dan kandungan material terlarut yang ada didalam air, suhu ideal yang dibutuhkan berkisar 25-31°C, sedangkan pH optimal yang dibutuhkan untuk budidaya udang vanname adalah 7,5 8,5 yaitu dengan pH netral hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan imbangan yang optimal antara oksigen dan karbondioksida serta menghambat mikroorganisme merugikan yang dikhawatirkan dapat berkembang pada kolam tambak udang vannamei (Multazam et al.,2017). Pengecekan kualitas air pada tambak udang sangat penting dilakukan untuk meminimalisir terjangkitnya penyakit yang tidak diinginkan terhadap udang, yang akan memberikan efek kematian masal pada tambak udang dan menyebabkan terjadinya gagal panen serta kualitas udang yang kurang baik. Keadaan kualitas air tambak akan berperan terhadap kondisi dan performa udang yang dibudidayakan. Kualitas air yang terus mengalami perubahan akan membuat udang lebih mudah mengalami stress, udang yang stres akan mudah terserang penyakit dan mati, oleh karena itu pembudidaya perlu memahami kondisi kualitas air dan rutin melakukan pengecekan terhadap parameter kualitas air pada tambak udang (Ariadi et al., 2021).

Kontributor: Kartika Dewi, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100028
No Koleksi: 200341100028


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27697-200341100028-Rosalinda#200341100028#Ilmu Kelautan.pdf - 3786 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar