Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-07-07 18:17:00  •  232 klik

SISTEM AGRIBISNIS PADI DI DESA JOTOSANUR KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN
disusun oleh PUTRI INTAN SARI; ANGGIE PUTRI DESWITANTI

Subyek: PADI
Kata Kunci: PADI

[ Anotasi Abstrak ]

Kabupaten Lamongan adalah salah satu wilayah yang menjadi penghasil padi tertinggi di Jawa Timur (Ainurrahma, Nuryartono, and Pasaribu 2018). Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2017 Kabupaten Lamongan mampu menghasilkan padi nomor satu di Jawa Timur dengan jumlah 924.933 ribu ton. Menurut Bappeda Provinsi Jawa Timur tahun 2022, Lamongan menyumbang produksi padi terbesar kedua dengan jumlah sebanyak 804,82 ribu ton. Tingginya jumlah produksi padi tersebut mendukung Kabupaten Lamongan menjadi salah satu wilayah swasembada pangan nasional. Namun selain tanaman padi, Kabupaten Lamongan juga memiliki hasil produksi komoditas lainnya seperti jagung, kedelai, kangkung, dan kacang tanah (Astutik 2017). Usahatani padi di Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan adalah usahatani yang mampu menghasilkan padi yang cukup banyak yaitu 57.767 ton pada tahun 2019. Tingginya jumlah produksi padi dapat terlihat dari banyaknya lahan sawah yang ditanam disepanjang jalan Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Desa Jotosanur merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tikung yang terbilang Desa setengah kota dimana terletak dekat dengan Kota Lamongan (Nina 2011). Faktor utama yang mempengaruhi usahatani padi yaitu penggunaan input produksi seperti benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan alsintan yang menunjang kegiatan bertani. Penggunan input produksi tersebut akan berdampak kepada jumlah pendapatan yang di peroleh oleh petani padi (Ramli et al. 2017). Sehingga perlu adanya upaya untuk memanajemen input produksi padi untuk meningkatkan hasil produksi padi di Desa Jotosanur. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat usahatani padi Desa Jotosanur adalah kegagalan panen yang disebabkan oleh banyaknya hama seperti tikus dan menjadikan kerugian yang cukup besar. Namun tidak sedikit dari petani yang mengeluh akan minimnya ketersediaan dan harga dari pupuk subsidi sehingga berdampak pada kualitas usahatani padi dan keuntungan yang didapatkan (Noviandi et al. 2020). Usahatani padi di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan menjadi salah satu alternatif pilihan lokasi Praktik Kerja Lapang (PKL). Lokasi ini merupakan wilayah yang memiliki jumlah produksi padi yang cukup banyak dan lebih modern jika dibandingkan dengan Desa lainnya. sehingga cocok untuk dilakukan penelitian untuk mengetahui penerapan manajemen input usahatani. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian secata optimal (Hildegardi et al. 2022).

Kontributor: Sri Ratna Triyasari, SP.,MP,
Tanggal tercipta: 2023-06-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200321100005
No Koleksi: 200321100005


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27716-200321100005-Putri Intan sari_200321100005_Agribisnis.pdf - 1872 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar