Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-07 18:27:35 • 297 klik
PENGGUNAAN TEKNOLOGI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) UNTUK IDENTIFIKASI OBJEK PADA PESISIR DESA RITABEL, KABUPATEN KEPULAUAN TANIBAR, MALUKU
disusun oleh AKBAR RIZKI NURMAULANA
| Subyek: | UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) |
| Kata Kunci: | UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) |
[ Anotasi Abstrak ]
Penginderaan jauh dapat diartikan sebagai teknologi untuk mengidentifikasi suatu obyek di permukaan bumi tanpa melalui kontak langsung dengan obyek tersebut. Saat ini teknologi penginderaan jauh berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menjadi sangat populer dan digunakan untuk berbagai tujuan kegiatan. Hal ini disebabkan teknologi ini memiliki beberapa kelebihan, seperti: harganya yang relatif murah dan mudah didapat, mampu menjangkau daerah yang terpencil, bentuk datanya digital sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan ditampilkan sesuai keinginan (Suwargana, 2008). Informasi spasial suatu wilayah saat ini mudah untuk didapat seiring dengan kemajuan tekonologi. Penggunaan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam mengambil informasi tentang struktur dan karakteristik wilayah dengan cara yang komprehensif. Kendala yang terkait dengan keterbatasan data permukaan, yang membutuhkan pengaitan objek dengan cepat, mudah, dan akurat, dapat dianalisis melalui pemanfaatan data penginderaan jauh. SIG menawarkan kemampuan yang luar biasa dalam memvisualisasikan data spasial beserta atribut-atribut yang terkait (Raharjo, 2010). Pemetaan dengan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan salah satu pilihan dalam memetakan wilayah yang memiliki kondisi topografi beragam. Teknologi pemetaan ini telah berevolusi yang semula dari wahana pesawat berawak berukuran besar dengan biaya mahal menjadi wahana berukuran kecil tidak berawak dan murah. Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih dapat menghasilkan produk fotogrametri UAV dengan kualitas yang baik, berbiaya murah, aman, cepat, dan efisien. UAV menjadi salah satu teknologi yang dimanfaatkan dalam pembuatan peta berbasis foto udara dengan resolusi tinggi, mudah diaplikasikan dan efisien dalam hal biaya (Junarto, et al., 2020). Metode fotogrametri adalah salah satu metode yang biasa digunakan dalam pemetaan. Fotogrametri merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai objek-objek dan lingkungan melalui proses perekaman, pengukuran dan penafsiran citra fotografik. Terdapat beberapa faktor utama dalam aspek-aspek geometric yang di antaranya adalah sudut, jarak, dan koordinat (Rachmanto dan Ihsan, 2020). Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan aplikasi Sitem Informasi Geospasial (SIG) merupakan alat untuk membuat peta, validasi dan perencanaan. Data foto udara dapat digunakan untuk pemetaan dengan skala yang detail. Dalam jurnal yang ditulis oleh Hutahaean et al., (2019), drone dapat digunakan untuk membantu Tim Search And Rescue (SAR) dalam pencarian suatu objek dan lokasi yang terkena bencana. Data foto udara memiliki resolusi spasial yang tinggi dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai kemampuan drone dalam mendeteksi suatu objek.
| Kontributor | : Achmad Fachruddin Syah, S.Pi., M.Si., Ph.D. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-31 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100052 |
| No Koleksi | : 200341100052 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27717-200341100052-Akbar Rizki Nurmaulana#200341100052#Ilmu Kelautan.pdf - 14979 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 