Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 09:19:18 • 273 klik
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN SALINITAS TERHADAP KONSENTRASI KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELAT SUMBA, LAUT SAWU, LAUT TIMOR, DAN SELAT OMBAI
disusun oleh WAHYUDI PRASETYO
| Subyek: | SELAT SUMBA |
| Kata Kunci: | SELAT SUMBA |
[ Anotasi Abstrak ]
Penelitian mengenai parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, dan klorofil-a sangat penting dalam ilmu oseanografi (Tanto, 2020). Penelitian tentang suhu memiliki banyak manfaat bagi wilayah perairan. Huang et al (2017) menambahkan dalam penentuan indikator iklim secara global suhu memiliki peranan penting. Suhu juga berperan penting dalam pembentukan stratifikasi vertikal kolom air yang memungkinkan terhadap terjadinya peristiwa upwelling dan downwelling (Saputra, 2020). Victor et al (2011) menambahkan suhu, salinitas dan klorofil-a dalam suatu perairan dapat dijadikan sebagai evaluasi pengaruh hidrologi. Berdasarkan Permen KP No.01 tahun 2009 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian Barat (Ma’mun et al. 2017). Suhadha et al. (2019) menambahkan wilayah tersebut memiliki kepadatan stok ikan yang tinggi karena ketersediaan nutrien yang tinggi dan suhu lingkungan yang sesuai dengan kondisi ikan. Ketersediaan nutrien ditandai dengan kondisi kesuburan suatu perairan (Wangge et al. 2021). Gaol et al. (2018) dalam penelitiannya menjelaskan distribusi klorofil-a merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesuburan suatu perairan. Klorofil-a juga disebut dengan pigmen fotosintetik dari fitoplankton. Indeks klorofil-a dapat menghubungkan produksi ikan karena adanya sebaran klorofil-a pada suatu perairan yang mengindikasikan sebaran ikan pada wilayah perairan tersebut. Suhu dan konsentrasi klorofil-a dapat dijadikan sebagai parameter dasar untuk menentukan daerah penangkapan ikan (Karman et al., 2016). Kelimpahan klorofil-a berhubungan erat dengan varibialitas suhu dan salinitas pada suatu perairan. Peristiwa perubahan yang terjadi di atmosfer sangat berhubungan dengan sirkulasi di lautan (Arisandi et al. 2017). Fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) adalah contoh dari sirkulasi atmosfer. Aktivitas ENSO memiliki pengaruh terhadap ketebalan lapisan termoklin di suatu perairan.Selain berpengaruh terhadap sebaran suhu, juga akan berpengaruh terhadap sebaran salinitas . Parameter oseanografi akan mempengaruhi kelimpahan klorofil-a dalam suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sebaran suhu dan salinitas terhadap konsentrasi klorofil-a di perairan Selat Sumba, Laut Sawu, Laut Timor, dan Selat Ombai.
| Kontributor | : Ashari Wicaksono, S.Kel., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-03-01 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100095 |
| No Koleksi | : 200341100095 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27732-200341100095-Wahyudi Prasetyo#200341100095#Ilmu Kelautan.pdf - 3637 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 