Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 09:22:47  •  401 klik

PENERAPAN SANITASI INDUSTRI PADA PG KEBONAGUNG MALANG
disusun oleh HILMI IZZUDDIN

Subyek: SANITASI
Kata Kunci: SANITASI

[ Anotasi Abstrak ]

Salah satu dari sembilan bahan pokok (Sembako) yang umum di indonesia adalah gula. Permintaan pasar nasional akan kebutuhan gula tiap tahunnya kian meningkat. Industri gula merupakan salah satu industri penting dalam produksi gula di sektor pertanian indonesia. Gula menjadi salah satu komponen makanan dan kebutuhan berbagai industri pangan dan minuman. Di indonesia konsumsi gula oleh masyarakat selalu meningkat tiap tahunnya namun pemerintah belum dapat mencukupi secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh pertambahan penduduk per tahun dan industri yang menggunakan bahan baku gula tanpa diikuti peningkatan produksi gula yang seimbang. Berdasarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur (BAPPEDA JATIM), Jawa Timur meraih peringkat tertinggi lagi secara nasional. Dikutip dari data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada tahun 2022, provinsi Jawa Timur memproduksi gula sebesar 49,55% atau sebanyak 1.192.034 ton dari total produksi gula nasional sebanyak 2.405.907 ton. Dikutip dari Kementrian Perindustrian, produksi gula nasional pada tahun 2021 sebesar 2,35 juta ton, yang terdiri dari 1,06 juta ton produksi pabrik gula BUMN dan pabrik gula swasta sebesar 1,29 juta ton. Sementara itu, kebutuhan gula nasional pada tahun 2022 mencapai sekitar 6,48 juta ton, terdiri dari 3,21 juta ton GKP dan 3,27 juta ton GKR. Saat ini terdapat gap kebutuhan gula sebesar 850 ribu ton untuk gula konsumsi dan 3,27 juta ton untuk gula rafinasi. Meningkatnya kebutuhan gula nasional tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlah yang menyebabkan peningkatan konsumsi gula rumah tangga, meningkatnya pendapatan masyarakat dan tumbuhnya industri makanan dan minuman yang diproyeksikan akan naik 5 7 persen per tahunnya. Kekurangan konsumsi gula industri dipenuhi dengan impor. Peningkatan ketersediaan gula domestik merupakan suatu hal yang perlu diwujudkan melalui swasembada gula nasional, yaitu sebagai langkah awal untuk mengurangi ketergantungan indonesia terhadap negara lain yang diiringi dengan langkah berikutnya secara stimulan agar terlepas dari pasokan gula impor. PG Kebon agung merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Jawa Timur. Pabrik gula ini telah berdiri sejak tahun 1905 dengan kapasitas giling awal sebesar 1.500 tth (ton tebu per hari) dan berkembang hingga 5.750 tth pada tahun 2005. pada kondisi saat ini PG Kebon Agung memiliki kapasitas produksi hingga 12.500 TCD (Tonne Cane per Day atau ton tebu per hari). pabrik gula Kebon Agung merupakan salah satu pabrik gula yang diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gula di indonesia khususunya di jawa timur. Bahan baku gula berupa tebu yang berasal dari perkebunan milik PG Kebon Agung, dan sebagian berasal dari perkebunan milik masyarakat. Dalam penentuan bahan-bahan baku yang akan diproduksi diperlukan pengendalian mutu agar gula yang nantinya dihasilkan berkualitas baik. Pengendalian mutu juga dilakukan pada saat masuknya bahan baku dan proses produksi. Sanitasi Industri merupakan aspek penting dalam seluruh kegiatan industri. Mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian produk. Sanitasi Industri yang buruk dapat menyebabkan berbagai hal yang fatal seperti keracunan makanan (foodbore ilness), penyakit yang serius, bahkan kematian. Hal ini tentu dapat memberi dampak kerugian tidak hanya kepada konsumen, namun juga kepada pelaku industri selaku produsen produk tersebut. Mengingat permintaan gula yang meningkat tiap tahunnya membuat industri yang memproduksi gula harus selalu menjaga mutu produk agar terhindar dari berbagai bahaya seperti kontaminasi pangan yang meiliputi cemaran biologis, kimia, maupun fisik. Terlebih gula sebagai bahan pangan yang banyak digunakan dalam berbagai tambahan olahan pangan yang membuat resiko keamanan lebih besar. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mengamati penerapan sanitasi industri yang dilakukan oleh PG Kebon Agung, serta memberi masukan perbaikan jika diperlukan.

Kontributor: Dian Farida Asfan, S.T.,M.T.
Tanggal tercipta: 2023-06-22
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100043
No Koleksi: 200331100043


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27733-200331100043-Hilmi Izzuddin_200331100043_Laporan PKL.pdf - 22257 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar