Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 09:28:44  •  201 klik

PENANGANAN BAHAN BAKU IKAN TERI NASI DI PT. MARINAL INDOPRIMA CABANG PAMEKASAN
disusun oleh MAHRUS ALI

Subyek: IKAN TERI
Kata Kunci: IKAN TERI

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan teri merupakan jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh manusia. Selain itu ikan teri juga salah satu spesies ikan yang terpenting di dunia (Oksuz dan Ozyilmaz, 2010). Ikan teri adalah sejenis ikan kecil yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Ikan teri kaya akan gizi dengan kandungan mineral, vitamin, lemak tak jenuh, dan protein yang mengandung asam-asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan tubuh dan peningkatan kecerdasan otak manusia (Aryati dan Dhamayanti, 2014). Ikan teri merupkan ikan yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda dan fosfolipid merupakan nutrisi untuk kandungan protein dan vitamin. Disebutkan bahwa, 30% dari total asam lemak pada ikan teri adalah docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) 2-4 (Nilgun et al., 2013). Ikan teri tergolong dalam jenis ikan yang rentan terhadap kerusakan yakni mudah mengalami kemunduran mutu atau cepat mengalami pembusukan apabila dibiarkan terlalu lama. Jika ikan dibiarkan terlalu lama tanpa adanya penanganan, maka ikan tersebut akan cepat mengalami perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh pengaruh fisik, kimia, dan mikrobiologi. Aktivitas tersebut menyebabkan terjadinya kemunduran atau penurunan mutu pada ikan (Tatontos et al., 2019). Kerusakan ikan di daerah tropis terjadi dengan kecepatan yang lebih tinggi, dikarenakan suhu dan kelembapan hariannya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Penurunan kualitas ikan tersebut semakin dipercepat oleh beberapa faktor, seperti teknik penanganan, penangkapan yang tidak memadai, kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai, keterbatasan sarana yang digunakan, kondisi biologis, dan penyimpanan di atas kapal (Zulaihah et al., 2018). Sangat penting untuk melakukan penanganan yang baik segera setelah ikan diangkat dari air, karena kita perlu menyadari bahwa ikan kaya akan gizi dan memiliki aktivitas air (aW) yang tinggi, sehingga rentan mengalami kerusakan dengan cepat. (pembusukan). Usaha yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan ikan sebaik- baiknya yang dapat dilakukan dengan dengan penanganan suhu rendah pada semua rantai produksi yang dilakukan sehingga dapat mempertahankan kesegeran ikan (Widiastuti, 2010). Mengupayakan agar ikan tetap segar dan bahkan meningkatkan kesegarannya adalah hal yang tidak dapat dijamin sepenuhnya, walaupun kesegaran ikan masih dapat dipertahankan. Namun dengan penanganan yang baik dan tepat serta penghambatan proses pembusukan daging ikan, memungkinkan untuk meningkatkan tingkat kesegaran ikan. Saat ini, penanganan ikan yang dianggap efektif dilakukan melalui penerapan sistem rantai dingin yaitu usaha untuk menjaga suhu ikan tetap dingin (suhu rendah). Maka dari itu perlu adanya tindakan lebih lanjut atau penanganan khusus sebelum dilakukan proses pengolahan dengan cara pengawetan yaitu melalui teknik pendinginan dengan cara penanganan terhadap ikan melalui penambahan es batu yang diletakkan bersamaan dengan ikan pada box penyimpanan, sehingga temperatur ikan dapat terjaga (Irsyad et al., 2021). Penanganan tersebut menjadi suatu cara yang paling tepat dan dianggap paling ekonomis serta sangat efektif.

Kontributor: R. Arief Firmansyah, S.TP., M.Si.,
Tanggal tercipta: 2023-07-03
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100092
No Koleksi: 200331100092


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27736-200331100092-MAHRUS ALI_200331100092_LAPORAN PKL (1).pdf - 2868 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar