Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 09:39:37  •  150 klik

PROSEDUR PEMBIBITAN MANGROVE Rhizopora mucronata DI KAWASANEKOWISATA PANTAI CEMARA DESA PAKIS KABUPATEN BANYUWANGI
disusun oleh RAHMA LAFIFA

Subyek: MANGROVE
Kata Kunci: MANGROVE

[ Anotasi Abstrak ]

Hutan mangrove hidup pada 124 negara trofik dan sub-trofik, mangrove di dunia mempunyai luas sekitar 15.2 juta ha. Indonesia dengan empat Negara (Brazil, Australia, Nigeria dan Mexico) penyumbang 48% dari luas hutan mangrove dunia. Hutan mangrove hampir ditemukan diseluruh kepulauan yang ada di Indonesia. Mangrove yang ada di Indonesia sebagian besar terkonsentrasi di Papua, Kalimantan (Timur dan Selatan) Riau dan Sumatera. Hutan mangrove di Indonesia berada dalam yang ancaman serius dan semakin meningkat karena berbagai pembangunan, yang terpenting adalah pembangunan yang pesat di semua wilayah pesisir yang penting secara ekonomi. Retensi pembangunan lain seperti akuakultur, infrastruktur pesisir termasuk pelabuhan, pembangunan komrsial dan perumahan, dan pertanian menyebabkan menipisnya sumberdaya mangrove dan tekanan berat pada hutan mangrove yang ada(Iswahyudi et al., 2020). Mangrove ialah kawasan hutan pesisi dan muara sungai yang terpengaruh gerak pasang surut perpaduan antara air sungai dan air laut, yang tergenang air pasang dan bebas dari genangan pada saat saat air surut yang masyarakatnya toleran terhadap garam. Ekosistem mangrove (bakau) merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga dasarnya selalu tertutup air. Ekosistem mangrove ditemukan di antara pasang dan daerah tertinggi sampai atau diatas permukaan laut rata – rata pada daerah pantai yang terlindungi dan daerah pantai terlindung diatas permukaan laut rata-rata dan mendukung berbagai jasa ekosistem disepanjang garis pantai tropis (Utomo et al., 2018). Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 3,2 terhitung 22,6% dari total hutan mangrove dunia (Kelompok Kerja Mangrove Tingkat Nasional, 2013;DasGupta dan Shaw,2013). Namun menurut Fitri dan Anwar (2014) hampir 50% hutan mangrove di Indonesia telah hilang dalam 2-3 dekade terakir, dari sekitar 6,7 juta hekar tinggal menjadi sekitar 3,2 juta hektar. Jawa dan Bali merupakan pulau yang paling banyak mengalami kerusakan yaitu sekitar 88%, sebelumnya kedua pulau ini memiliki luas sekitar 171.500 ha, namun saat ini hanya sekitar 19.577 ha. Kerusakan tersebut antara lain disebabkan oleh konvensi mangrove menjadi kawasan pertambakan, pemukiman, dan industri, padahal mangrove berfungsi sangat strategis dalam menciptakan ekosistem pantai yang layak untuk kehidupan organisme akuatik(Eddy et al., 2015). Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 5.782,50 Km2. Kabupaten Banyuwangi terletak paling timur pulau jawa ini juga memiliki garis pantai yang panjang yaitu 175,8 km. Garis pantai tersebut berada di 11 kecamatan, 3 kecamtan menghadap Samudera Hindia, 7 menghadap Selat Bali dan 1 kecamatan menghadap Laut Jawa. Sepanjang pantai Kabupaten Banyuwangi terdapat pantai berpasir maupun karang dan masih banyak dijumpai berbagai macam jenis mangrove yang tumbuh baik di sepanjang pantai. Pantai Cemara terletak di Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini mulai terkenal pada akhir 2015. Pantai Cemara memiliki daya tarik yang berbeda. Dulunya pantai ini bernama panti rejo yang merupakan pantai nelayan. Pantai ini sering digunakan sebagai pendaratan perahu dan penjualan ikan langsung dari nelayan, kemudian kegiatan penanaman pohon cemara udang dengan pola tanam yang menarik, lambat launya pantai ini menjadi pantai wisata di Kota Banyuwangi(Amalia et al., 2018). KUB (kelompok usaha bersama) merupakan sutu forum nelayan yang sengaja di bentuk untuk mengelola Pantai Cemara Pakis. KUB dibentuk untuk memudahkan pemerintah dalam berkoordinasi dengan kelompok nelayan khususnya mengenai pemberdaaan masyarakat social dari tidak mampu menjadi maampu. KUB Pantai Cemara diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mata pencaharian alternatif. KUB Pantai Cemara didirikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi. KUB Pantai Cemara di bina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi melalui program bantuan ataupun program pelatihan. Pembinaan juga dilaksanakan langsung ke rumah-rumah anggota untuk mensosialisasikan program-program pemerintah seperti konservasi penanaman pohon cemara pantai konservasi penyu dan juga menjadikan pantai sebagai wisata minat khusus(Setyaningrum et al., 2021).

Kontributor: Dr. Akhmad Farid S.Pi.,MT
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100001
No Koleksi: 200351100001


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27737-200351100001-PKL- RAHMA LAFIFA 200351100001.pdf - 9927 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar