Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 09:46:42  •  159 klik

PANEN DAN PASCA PANEN MELON (Cucumis melo L) UNTUK KEBUTUHAN BENIH DI PT. BENIH CITRA ASIA JEMBER
disusun oleh SULTON HAKIM

Subyek: MELON
Kata Kunci: MELON

[ Anotasi Abstrak ]

Ilmu pengetahuan dan teknologi didalam era globalisasi berkembang sangat cepat, sehingga pertumbuhan usaha juga semakin banyak menyebabkan kuat dan ketatnya persaingan. Mahasiswa yang mana menjadi sumber daya manusia dituntut untuk meningkatkan daya intelektualitas serta profesionalitasnya agar dapat ikut berperan aktif dalam persaingan tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga membutuhkan pengalaman serta pengetahuan yang banyak agar tidak tertinggal dalam sebuah persaingan. Sehingga perlu diadakan praktik kerja secara langsung untuk menambah pengalaman dalam menerapkan ilmu yang diperoleh semasa di perkuliahan. Perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dibendung tanpa batas waktu sehingga dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang sebanyak- banyaknya agar tidak tertinggal dalam ketat dan kuatnya persaingan. Untuk menambah pengalaman dalam menerapkan ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan maka perlu diadakan suatu praktek secara langsung. Praktik Kerja Lapang merupakan kegiatan mahasiwa yang dilaksanakan di instansi, lembaga atau perusahaan baik negeri maupun swasta dalam jangka waktu tertentu, atau berupa kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing program studi di fakultas pertanian. Kegiatan Praktik Kerja Lapang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan pengetahuan yang diterimanya di dalam kelas, serta memperluas wawasan pada kegiatan nyata di program studi masing-masing. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya di susun menjadi karya tulis ilmiah berupa laporan praktik kerja lapang (Arisandi, 2015). Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman buah dari famili Cucurbitaceae. Tanaman melon termasuk dalam divisio Spermatophyta karena termasuk dalam tumbuhan berbiji. Sub-divisio Angiospermae karena tanaman ini berbiji tertutup atau biji di dalam daun buah, kelas Dicotyledoneae karena memiliki dua daun lembaga, sub-kelas Sympetalae karena daun mahkota bunganya berlekatan. Buah melon merupakan komoditas holtikultura yang telah banyak dikembangkan di Indonesia, baik dalam skala kecil maupun agribisnis (Anindita 2009). Usaha untuk meningkatkan produksi buah melon telah banyak dilakukan yaitu dengan memperbaiki teknologi budidaya. Salah satunya dengan penyediaan bibit unggul yang mempunyai kualitas yang lebih baik seperti tanaman toleran terhadap hama dan penyakit serta memiliki produksi yang tinggi. Kenaikan produksi terutama dapat dicapai melalui tersedianya kultivar unggul baru (Andriyani 2006). Melon termasuk tanaman musiman yang merupakan tanaman menjalar atau merambat dan berakar tunggang. Batang tanaman melon dapat mencapai panjang 150−300 cm berpenampang pentagon, lunak, dan berbuku-buku tempat melekatnya daun. Pada ketiak-ketiak daun biasanya muncul tunas atau cabang dengan jumlah yang relatif banyak. Satu batang tanaman dapat menghasilkan 2 hingga 3 buah melon, tetapi agar pertumbuhan seragam dan maksimal, hanya satu buah yang dibiarkan hingga membesar, matang, dan dipanen. Berdasarkan varietasnya, bentuk dan warna buah melon sangat bervariasi. Bentuk buah melon umumnya bulat, bulat oval atau lonjong atau silindris, sedangkan warna kulit buah melon umumnya putih susu, putih krem, hijau krem, hijau-kuning, hijau muda, dan kuning. Kulit buahnyaada yang bergaris, bertotol warna gelap, membentuk jaring atau jala, semi-berjala hingga permukaannya halus dan tipis. Bobot buah melon berkisar antara 400− 2.000 g. Daging buah melon juga bervariasi warnanya, ada jingga, kuning, hijau, hijau muda, bahkan putih (Rukmana 1994). Umur panen buah melon bervariasi antara 55−85 hari setelah tanam (HST), bergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi umur panen melon adalah faktor genetis, lingkungan, serta perpaduan dari beberapa tindakan budi daya (Prajnanta 2004). Menurut Samadi(2007), buah melon yang siap dipanen memiliki ciri-ciri visual antara lain terbentuknya retakan di sekitar pangkal tangkai yang menyerupai cincin berlapis-lapis, untuk buah melon jenis berjaring tampak bentuk jaring sangat jelas dan sudah memenuhi seluruh permukaan buah, sudah tercium aroma harum dari buah(dihasilkan oleh sekitar 80% dari total buah yang ada), kulit buah berwarna kekuningan atau putih susu, dahan terlihat sudah menua dan daun sudah menguning, serta tangkai buah telah retak.

Kontributor: Ir.Achmad Djunaedy,M.P
Tanggal tercipta: 2023-04-28
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170311100014
No Koleksi: 170311100014


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27738-170311100014-Sulton Hakim_170311100014_Laporan PKL.pdf - 1076 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar