Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 10:16:17  •  204 klik

PROSES IODISASI HASIL PRODUKSI GARAM DI BPPP BANYUWANGI
disusun oleh EKA PUSPITA OKTARIA

Subyek: GARAM
Kata Kunci: GARAM

[ Anotasi Abstrak ]

Negara Indonesia salah satu negara maritim yang memiliki potensi bahari yang sangat melimpah dan beragam. Indonesia adalah negara kepulauan terluas didunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dan garis pantai mencapai 95.161 km. Luas laut wilayah perairan yang mencapai 2/3 wilayah Indonesia yaitu seluas 5,9 juta km2 merupakan potensi sektor kelautan yang sangat menjanjkan untuk dikembangkan. Sumber daya yang dapat dimanfaatkan di perairan sangat banyak sehingga bermanfaat sebagai mata pencaharian utama bagi masyarakatnya, terutama masyarkat pesisir. Potensi tersebut mulai dari perikanan tangkap, budidaya perikanan, budidaya terumbu karang, rumput laut, minyak bumi sampai pemanfaatan air laut dalam produksi garam(Lasabuda 2013). Adanya garam berguna sebagai bahan penambah dari kebutuhan pangan dan digunakan sebagai sumber cairan bagi tubuh. Garam juga sangat berperan dalam bidang industri. Negara Indonesia termasuk negara yang memiliki garis pantai yang panjang, namun usaha untuk meningkatkan produksi garam belum diminati, selain itu minim adanya teknologi yang mampu meningkatkan produksi garam. Keadaan ini sangat disayangkan karena kebutuhan garam nasional dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri di Indonesia. Kebutuhan garam di Indonesia masih bergantung pada kegiatan impor dari luar negeri. Garam yang diimpor meliputi garam industri maupun garam konsumsi(Rositawati et al 2013). Garam konsumsi digunakan untuk keperluan konsumsi maupun digunakan untuk kebutuhan industri makanan. Garam konsumsi juga termasuk garam beryodium, yaitu garam yang sudah ditambahkan atau mengalami fortifikasi dengan KIO3 (Kalium Iodat) sebanyak 30-80 ppm. Penambahan senyawa KIO3 ini digunakan untuk menanggulangi Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Menurut Standar Nasonal Indonesia (SNI), kandungan iodium yang baik yaitu berkisar antara 30-80 ppm(Cahyadi 2008). Adanya permasalahan GAKI yang ada di Indonesia maka pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang proses iodisasi garam yang ada di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan BPPP Banyuwangi.

Kontributor: Dr. H. Agus Romadhon, S.P,M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-03
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-160341100032
No Koleksi: 160341100032


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27741-160341100032-Laporan PKL Eka Pus.pdf - 6224 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar