Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 11:40:53  •  242 klik

SISTEM AGRIBISNIS PADI INPARI 32 DI DESA SIDODOWO KECAMATAN MODO KABUPATEN LAMONGAN
disusun oleh MIRA FEBRI YANTI; EKA MAGHFIROTUL FITRIYYAH

Subyek: PADI
Kata Kunci: PADI

[ Anotasi Abstrak ]

Berdasarkan Data BPS Produksi Padi dan Beras Menurut Provinsi Tahun 2021, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil padi terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Timur, mampu menghasilkan 9,90 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2021. Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur bertahan sebagai penghasil padi terbesar di Indonesia. Sedangkan berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, dengan luasan lahan panen 154.204 Ha, Kabupaten Lamongan mampu menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 1.196.310 ton pada Bulan Januari – Desember tahun 2021. Angka tersebut lebih besar dari yang direncanakan yakni sebesar 1.116.957 ton. Jika dikonversikan menjadi beras, maka setara dengan 741.712 ton beras. Angka tersebut berdasarkan data sementara dari Badan Pusat Statsitik Tahun 2021. Dari angka tersebut, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu penyumbang terbesar produksi padi di Jawa Timur. Manajemen budidaya padi dimulai dari strategi atau rencana awal yang direncanakan petani mulai dari pengolahan lahan, persiapan bibit, penyemaian membersihkan gulma, pemupukan dan pengendalian hama penyakit, kemudian mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan selama pemeliharaan tanaman padi sampai padi panen. Menurut Erinie Tisnawati Sule dalam bukunya yang berjudul Pengantar Manajemen (2005), fungsi perencanaan atau Planning yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan yang dibuat. Kabupaten Lamongan sebagai kabupaten penyumbang hasil pertanian terbesar di Jawa Timur, karena Kabupaten Lamongan masuk ke dalam lima posisi teratas produksi padi tertinggi, Kecamatan Sugio adalah yang paling tinggi hasil produksinya diantara kecamatan lain, namun Kecamatan Modo masuk ke jajaran kedua sebagai kecamatan dengan hasil produksi padi tertinggi di Kabupaten Lamongan. Dengan produksi padi sebesar 73.358 ton dan luasan panen seluas 9.345 Ha, disusul Kecamatan Laren menyumbangkan produksi beras 71.401 ton dengan luasan panen 9.061 Ha, selanjutnya Kecamatan Kembangbahu dengan produsi padi 70.227 dengan luasan panen 8.912 Ha dan Kecamatan Kedungpring dengan luasan lahan panen 8.632 Ha, mampu menghasilkan produksi padi sebesar 67.819 ton. Budidaya tanaman padi inpari32 di Desa sidodowo,mampu menghasilkan padi dengan hasil yang memuaskan.hal itu disebabkan karena lahan saawah yang mereka miliki subur dan luas. Para petani juga merawat tanaman padi mereka dengan telaten,salah satu cara yang dilakukan para petani,agar mampu menghasilkan hasilpanen berlimpah adalah dengan cara memperhatikan takaran dosis pupuk yang tepat dan sesai dengan jenis lahan mereka. Benih inpari32 juga menjadi salah satu komponen utama dalam budidaya tani,kemudian pestisida,alsintan dan tenaga kerja juga turut serta menjadi penopang keberhasilan hasil panen padi para petani di Desa Sidodowo.

Kontributor: Sri Ratna Triyasari, SP.,MP,
Tanggal tercipta: 2023-06-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200321100050
No Koleksi: 200321100050


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27744-200321100050-EKA MAGHFIROTUL F_200321100050_AGRIBISNIS.pdf - 1751 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar