Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-10 14:47:36 • 186 klik
PROSES PRODUKSI DAGING RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DALAM KALENG DI PT GRAHAMAKMUR CIPTAPRATAMA, GRESIK, JAWA TIMUR
disusun oleh NOVALIA KHAIRUNNISA
| Subyek: | RAJUNGAN |
| Kata Kunci: | RAJUNGAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Rajungan (Portunus pelagicus) adalah salah satu komoditas ekspor utama di Indonesia yang menjadi sumber penghasilan untuk masyarakat. Rajungan mempunyai keutamaan untuk dikelola, sebab rajungan mempunyai kemampuan untuk memulihkan persediaan dengan cepat sebab umur reproduksi rajungan cepat, minat pasar terhadap keberlanjutan rajungan (produk ramah lingkungan) cukup tinggi, rantai nilai yang terkendali dan terorganisasi dapat memungkinkan pemberdayaan sektor swasta serta bisa menerima tenaga kerja dalam pemrosesan, pengemasan dan penjualan (Putri et al., 2021). Rajungan merupakan hasil perikanan yang mudah rusak atau busuk. Pembusukan akan berlangsung cepat sesudah hewan tersebut mati dan tidak dilakukan penanganan pasca panen dengan baik. Faktor yang menyebabkan kerusakan tersebut yaitu aktivitas enzim dan bakteri sehingga menurunkan mutu daging rajungan (Jumiati & Zainuddin, 2019). Oleh karena itu, alternatif untuk pengawetan produk rajungan yaitu dengan teknik pengalengan. Dimana teknik pengalengan ini banyak digunakan dalam mengawetkan produk hasil perikanan agar tidak cepat rusak atau busuk. Mutu pengalengan tergantung dari kesegaran bahan baku, cara pengalengan, peralatan, kecakapan dan pengetahuan pelaksana teknis, sanitasi dan hygiene pabrik serta lingkungannya. Kerusakan yang terjadi pada produk kaleng seperti kerusakan kimia, mikrobiologis dan pengkaratan (korosi) serta interaksi antara produk dengan bahan penyusun kaleng yang bisa mengakibatkan perubahan yang tidak diinginkan. Secara dasar kerusakan utama pada produk kaleng diakibatkan oleh kurang sempurnanya proses termal dan terjadinya pencemaran kembali setelah pengolahan, yang disebabkan oleh tiga hal yaitu kondisi terlipatnya sambungan-sambungan kaleng, kontaminasi bakteriologis dari air pencuci atau air pendingin dan alat atau mesin kerja yang kurang baik (Putri et al., 2021). PT Grahamakmur Ciptapratama (GMCP) berdiri pada tahun 2012. PT Grahamakmur Ciptapratama (GMCP) merupakan salah satu industri manufaktur yang berada di kabupaten Gresik yang berupa olahan makanan laut, terutama dalam bidang pengolahan daging rajungan. Selain itu, PT Grahamakmur Ciptapratama juga bergerak dalam bidang ekspor khususnya olahan rajungan. Dimana yang menjadi konsumennya yaitu perusahaan-perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat yang biasa disebut dengan Negeri Paman Sam. Kapasitas produksinya yaitu 1,5 ton perhari, dimana sumber bahan baku yang digunakan berasal dari pemasok seluruh Indonesia khususnya pulau Jawa dan Madura. Produk yang dihasilkan di PT Grahamakmur Ciptapratama berupa daging rajungan dalam kaleng. Metode yang diterapkan di PT GMCP yaitu metode packing, menjaga suhu mulai dari kontainer hingga sampai ke tempat tujuan dan tidak boleh dibekukan sebab produk yang dipasarkan bukanlah produk makanan beku, tetapi produk segar. Hal tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan, sebab perusahaan harus menjamin barang yang dikirim dengan menyediakan pengatur suhu sampai tiba di pengirim dan kemudian dikirim ke Amerika. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mengangkat topik “Proses Produksi Daging Rajungan (Portunus pelagicus) Dalam Kaleng di PT Grahamakmur Ciptapratama, Gresik, Jawa Timur”.
| Kontributor | : Iffan Maflahah, S.TP., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-20 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100031 |
| No Koleksi | : 200331100031 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27760-200331100031-Novalia Khairunnisa_200331100031_Laporan PKL.pdf - 2865 KB
Dokumen sejenis...- Analisis Dampak Usaha Industri Rajungan Terhadap Kesejahteraan Pekerja Perempuan di Kabupaten Pamekasan (Studi Kasus Daerah Pesisir Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan)
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PRODUK DAGING RAJUNGAN DI MINI PLANT PANDANG LAUT PT. KELOLA MINA LAUT, BANYUSANGKAH-BANGKALAN
- STUDI HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN MENGGUNAKAN BUBU DAN GILLNET PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN PRAGAAN DAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP
- PENGARUH JENIS UMPAN PADA BUBU RAJUNGAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA KEDALAMAN PERAIRAN YANG BERBEDA DI LEMBUNG KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
- UJI MUTU DANANALISISFINANSIAL NAGETIKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) TINGGI KALSIUM
Dokumen yang bertautan...- Analisis Dampak Usaha Industri Rajungan Terhadap Kesejahteraan Pekerja Perempuan di Kabupaten Pamekasan (Studi Kasus Daerah Pesisir Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan)
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PRODUK DAGING RAJUNGAN DI MINI PLANT PANDANG LAUT PT. KELOLA MINA LAUT, BANYUSANGKAH-BANGKALAN
- STUDI HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN MENGGUNAKAN BUBU DAN GILLNET PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN PRAGAAN DAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP
- PENGARUH JENIS UMPAN PADA BUBU RAJUNGAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA KEDALAMAN PERAIRAN YANG BERBEDA DI LEMBUNG KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
- UJI MUTU DANANALISISFINANSIAL NAGETIKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) TINGGI KALSIUM
Kembali ke Daftar 