Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-07-13 08:51:51  •  462 klik

MANAJEMEN BUDIDAYA TANAMAN DI AGROEDUWISATA KEBUN BANG JANI BURNEH-BANGKALAN
disusun oleh R. ANISA INDRIYANA SAFIRA; NASHOIHUL IBAD; LAIDY MAULIDINA PUTRI; ALMIRAH SYAHDA NAURA

Subyek: AGROEDUWISATA
Kata Kunci: AGROEDUWISATA

[ Anotasi Abstrak ]

Pertanian merupakan kegiatan yang dilkukan manusia dalam upaya pemanfaatan sumber daya hayati agar dapat menghasilkan bahan yang digunakan untuk kebutuhan pangan, industri, maupun sumber energi, serta digunakan untuk kegiatan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu bentuk kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian salah satunya dipahami oleh sebagian besar orang sebagai kegiatan budidaya tanaman atau bercocok tanam (crop cultivation) (Wuli, 2023). Seiring dengan kebutuhan pangan dan gizi yang meningkat, serta sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat maka perlu adanya pemenuhan kebutuhan yang juga harus diimbangi dengan adanya pembangunan bidang pertanian. Pembangunan pertanian menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah, mengingat Indonesia merupakan negara agraris yang mana sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam sistem perekonomian nasional. Seharusnya sudah selayaknya kegiatan pembangunan pertanian tidak lagi hanya berorientasi pada produksi atau hanya sebagai taraf ukur terpenuhinya kebutuhan pangan, namun disisi lain pembangunan pertanian juga harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian. Pembangunan pertanian dapat dijadikan penggerak utama dalam pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan pada sistem pembangunan usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan (Margawati Lestari, 2020) Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan memiliki tujuan untuk menjamin ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat, dimana kebutuhan akan pangan dan kesejahteraan saling berkaitan dan menjadi hal mendasar yang harus dipenuhi bagi setiap penduduk. Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu daerah yang melakukan kegiatan Pembangunan pertanian sebagai upaya pemenuhan target Kabupaten Bangkalan sebagai daerah pertanian di Jawa Timur. Kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Bangkalan ini dilakukan melalui serangkaian pelaksanaan program dan kegiatan investasi teknologi, pengembangan produktivitas tenaga kerja, pembangunan sarana prasarana, penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian serta dukungan potensi sumber daya alam (Dispertapahorbun, 2019). Salah satu program Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan untuk meningkatkan kinerja program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura yaitu dicapai melalui program Bang Jani (Bangun Bangkalan, Sejahterakan Petani) yang salah satu aspeknya memiliki fokus dalam bidang Agrowisata Kebun Bang Jani. Kebun Bang Jani Kabupaten bangkalan yang tepatnya terletak di Desa Langkap, Burneh menjadi salah satu objek agroeduwisata yang menyajikan tiga konsep dalam satu areal, yakni Pertanian, Pendidikan dan Pariwisata. Dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor: 204/KPTS/30HK/050/4/1989 dan Nomor KM. 47/PW.DOW/MPPT/89 Tentang Koordinasi Wisata Agro untuk perkembangannya, yang didefinisikan sebagai suatu obyek wisata dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan, hubungan usaha di bidang pertanian, perjalanan, dan rekreasi dengan memanfaatkan usaha agro tersebut. Agrowisata atau yang lebih kompleks disebut sebagai agroeduwisata menjadi salah satu program terobosan yang dapat menunjang sektor pertanian dengan konsep yang mampu memperkenalkan pertanian melalui perspektif yang lebih modern. Konsep bidang pertanian yang ditawarkan pada Agroeduwisata Kebun Bang Jani ini diantaranya koleksi tanaman langka serta budidaya dan pemeliharaan tanaman tahunan dan beberapa tanaman hortikultura. Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa latin ‘hortus’ yang artinya kebun dan ‘colere’ yang artinya membudidayakan, sehingga holtikultura dapat diartikan sebagai proses membudidayakan tanaman di kebun (Zulkarnain, 2009 dalam Sidik et al., 2023). Pertanian holtikultura merupakan pengaplikasian ilmu pengetahuan dan seni dalam pemecahan masalah serta pengaplikasian pembangunan teknologi tanaman, sayur, buah, bunga atau tanaman hias, dan tanaman biofarmaka serta sumber daya alam lain yang bermanfaat bagi manusia sebagai sumber pangan, serat, kesehatan, keindahan, kenyamanan, dan sumber yang dikelola untuk memperkaya budaya. Beberapa tanaman hortikultura yang dibudi dayakan di Agroeduwisata Kebun Bang Jani antara lain; tanaman cabai, tomat, terong, kacang panjang, semangka, timun, blewah, jeruk, tanaman hias, dan jenis tanaman biofarmaka (tanaman obat keluarga). Banyaknya tanaman yang ada di kebun Bang Jani ini tentunya juga ditunjang dengan adanya proses atau upaya yang dilakukan agar hasil tanaman hortikultura dapat meningkat dan kualitasnya menjadi lebih baik. Selain penggunaan varietas unggul, pemeliharan pada tanaman juga menjadi faktor yang penting yang begitu diperhatikan. Dalam aspek budidaya, salah satu hal yang tidak dapat diabaikan dan prosesnya akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu pemeliharaan tanaman. Kegiatan pemeliharaan pada suatu jenis tanaman merupakan salah satu langkah yang dilakukan sebagai upaya memperoleh hasil dan kualitas serta kuantitas produksi yang tinggi, sehingga pemeliharaan sudah seharusnya dilakukan dengan baik dan semestinya. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan melalui penggemburan tanah, penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit (Hamid, 2017). Siswati Nizar (2012) juga menyebutkan bahwa Upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh hasil produksi tanaman holtikultura agar dapatr meningkatkan kualitas menjadi lebih baik selain menggunakan varietas unggul juga dengan memperhatikan faktor dalam melakukan kegiatan pengendalian hama dan penyakit, pengaturan jarak tanam yang tepat, ketepatan waktu panen dan penggunaan pupuk yang tepat, baik jenis pupuk, takaran, cara dan bahan bakunya yaitu pupuk organik dan anorganik. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mempelajari proses Budidaya dan Teknik Pemeliharaan Tanaman di Agroeduwisata Kebun Bang Jani Burneh-Bangkalan.

Kontributor: Resti Prastika Destiarni, SE., M.Si.
Tanggal tercipta: 2023-06-12
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200321100004
No Koleksi: 200321100004


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27813-200321100004-200321100004#R. ANISA INDRIYANA SAFIRA#LAPORAN PKL AGRIBISNIS.pdf - 3367 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar