Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-07-15 11:53:59  •  383 klik

MONITORING KUALITAS AIR (FISIKA&KIMIA) PADA KOLAM IKAN KOI DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR TAWAR WONOCATUR, BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERIKANAN BUDIDAYA CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
disusun oleh RIZQI ARVIA PUTRI

Subyek: IKAN KOI
Kata Kunci: IKAN KOI

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) termasuk ikan hias yang banyak diminati masyarakat di beberapa negara seperti Indonesia, China, Taiwan, Amerika, Rusia, Kanada dan Singapure. Ikan koi termasuk salah satu ikan hias yang memiliki kerabat dengan ikan mas serta mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan Koi merupakan ikan yang berasal dari Jepang, ikan hias air tawar ini mulai dikembangbiakkan pada abad 17 di Jepang. Ikan koi diminati masyarakat karena keindahan warna serta pola yang unik pada bagian punggungnya. Ikan Koi sering dijadikan hiasan di aquarium maupun kolam yang menjadi konsumsi seni (Andriani et al., 2019). Ikan Koi di Indonesia berpotensi besar sebagai komoditas ikan hias unggulan yang berkembang cepat seperti di beberapa daerah di Jakarta, Blitar, Makasar, Sukabumi serta Cianjur. Perkembangan yang terjadi disebabkan peningkatan permintaan pasar, sehingga dengan peningkatan tersebut dapat meningkatkan kualitas ikan koi local. Peningkatan permintaan pasar di Indonesia terjadi karena budidaya koi di Jepang kekurangan lahan sehingga menjadi kesempatan bagi pembudidaya di Indonesia. Budidaya ikan hias memerlukan kualitas serta kuantitas air yang sesuai sebagai salah satu factor dari berhasilnya proses budidaya (Kusrini et al., 2015). Sumber air untuk budidaya ikan biasanya harus sesuai dengan keadaan ikan yang dibudidayakan. Kondisi air yang akan digunakan dalam budidaya harus sesuai dengan baku mutu dari parameter tersebut, sehingga ikan dapat berkembang dengan baik. Kualitas air yang optimal dalam budidaya dapat mempengaruhi perkembangan serta pertumbuhan ikan dengan maksimal dan dapat mencegah terpaparnya ikan dari hama dan penyakit. Air yang digunakan dalam budidaya mudah tercemar oleh berbagai aktivitas, baik dari lingkungan maupun limbah daratan. Pakan yang diberikan yang biasanya mengandung protein yang tinggi dapat meningkatkan pencemaran ammonia dalam perairan yang terjadi karena pengendapan dari sisa pakan (Siegers et al., 2019). Monitoring kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengecekan parameter kimia dan fisika. Parameter kimia yang diukur yaitu seperti pH, oksigen terlarut (DO) dan nitrat. Parameter fisika yang diukur yaitu seperti suhu dan kecerahan. Monitoring tersebut dapat diukur dengan metode insitu yaitu secara langsung dilokasi penelitian dan eksitu yang dilakukan di laboratorium (Andria & Rahmaningsih, 2018). Perubahan kualitas air yang terjadi pada lingkungan suatu organisme akuatik dapat berpengaruh pada aktivitas ikan serta menyebabkan stress pada ikan yang berujung kematian. Kualitas air pada suatu kolam harus terkontrol dengan baik, sehingga pertumbuhan ikan tersebut optimal. Penurunan kualitas air juga dapat terjadi disebabkan bahan organic seperti feses yang di keluarkan ikan yang dapat meningkatkan kematian ikan. Tingginya padat tebar juga dapat mendorong penurunan kualitas air (Fife‐cook Franks, 2021).

Kontributor: Dr.Firman Farid Muhsoni, S. Pi., M.Sc
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100055
No Koleksi: 200351100055


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27854-200351100055-RIZQI ARVIA PUTRI#200351100055#MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf - 2514 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar