Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Hukum
di-posting oleh 190111100296 pada 2023-07-17 02:07:50  •  206 klik

PENGGUNAAN NAMA MUHAMMAD DAN MARIA DALAM KONTEN PROMOSI PRODUK MINUMAN BERALKOHOL OLEH HOLYWINGS MENURUT HUKUM PIDANA INDONESIA
THE USE OF THE NAMES MUHAMMAD AND MARY IN PROMOTIONAL CONTENT OF ALCOHOLIC BEVERAGE PRODUCTS BY HOLYWINGS ACCORDING TO CRIMINAL LAW INDONESIAN

disusun oleh APRILIA NURAINI


Subyek: PENISTAAN AGAMA
PROMOSI
Kata Kunci: AGAMA
CONCURSUS
HOLYWINGS
KONTEN
PRNISTAAN
PROMOSI

[ Anotasi Abstrak ]

Dalam kehidupan beragama terdapat simbol-simbol agama yang akhirnya simbol tersebut menjadi sebuah identitas yang dipakai, tidak bisa dilepaskan. Dalam promosi produk minuman oleh Holywings yang menggunakan nama Muhammad dan Maria menimbulkan pertentangan oleh seluruh elemen masyarakat khususnya umat beragama. Pihak Holywings dilaporkan oleh HAMI (Himupunan Advokat Muda Indonesia) atas dugaan penistaan agama. Dari latar belakang permasalahan tersebut maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apakah kegiatan promosi produk minuman beralkohol yang dilakukan oleh Holywings merupakan perbuatan melanggar hukum pidana di Indonesia?; 2) Bagaimana implementasi tindak pidana pada kegiatan promosi produk minuman Holywings menurut Hukum Pidana Indonesia?rnMetode yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu jenis penelitian melalui pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan, dengan pendekatannya menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Pendekatan perundang-undanganan (statue approach) adalah pendekatan yang dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani.rnHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kasus penggunaan nama Muhammad dan Maria dalam konten promosi produk minuman beralkohol oleh Holywings merupakan tindak pidana penistaan agama setelah hasil penyidikan dan penyelidikan dari pihak kepolisian. Dalam kasus tersebut, terjadi concursus idealis tindak pidana yang berarti adanya perbuatan yang masuk dalam lebih dari satu aturan pidana. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan mengguakan asas lex specialis derogate lex generalisrndengan Pasal 28 (e) ayat 2 UU ITE memiliki unsur yang lebih spesifik dibandingkan dengan undang-undang lainnya.


Deskripsi Lain

In religious life there are religious symbols which in the end these symbols become an identity that is used, cannot be released. In the promotion of beverage products by Holywings using the names Muhammad and Maria, it caused opposition by all elements of society, especially religious people. Holywings was reported by HAMI (Indonesian Young Advocates Association) for alleged blasphemy. Based on the background of these problems, the authors make the following problem formulations: 1) Is the promotion of alcoholic beverage products carried out by Holywings a violation of criminal law in Indonesia?; 2) How is the implementation of criminal acts in promotional activities for Holywings beverage products according to Indonesian Criminal Law?rnThe method used is normative juridical, namely the type of research through an approach that is carried out based on the main legal material by examining theories, concepts, legal principles and statutory regulations, with a statute approach. The statutory approach (statue approach) is an approach taken by examining all laws and regulations that are related to the legal issues being handled.rnThe results of this study indicate that the case of using the names Muhammad and Maria in promotional content for alcoholic beverage products by Holywings is a criminal act of blasphemy after the results of investigations and investigations from the police. In this case, there is an idealistic concursus of a criminal act, which means that there is an act that is included in more than one criminal law. This problem can be solved using the principle of lex specialis derogate lex generalis with Article 28 (e) paragraph 2 of the ITE Law more specific elements compared to other laws

Kontributor: TOLIB EFFENDI, S.H., MH
Tanggal tercipta: 2023-04-13
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876
No Koleksi: 190111100296


Sumber :
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Ketentuan (Rights) :
2023

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-ABSTRACT.pdf - 198 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-COVER.pdf - 1586 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-CHAPTER 1.pdf - 393 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-CHAPTER 2.pdf - 436 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-CHAPTER 3.pdf - 490 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-CHAPTER 4.pdf - 255 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27876-REFERENCES.pdf - 266 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar