Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-07-24 08:36:01  •  374 klik

ANALISIS KANDUNGAN pH, DISSOLVED OXYGEN, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS PADA SUNGAI BADUG, DI UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN NGANJUK
disusun oleh Dhea Ayu Ananda Putri

Subyek: SUNGAI BADUG
Kata Kunci: SUNGAI BADUG

[ Anotasi Abstrak ]

Air yang bermutu baik ialah keperluan individu begitu pula dengan udara yang memuat oksigen di dalamnya. Adanya air bukan sekedar ditetapkan berdasarkan kuantitas namun juga kualitas. Kualitas air yang baik dalam kehidupan sehari-hari amat menetapkan mutu kehidupan baik pada individu ataupun makhluk hidup lainnya. Indeks untuk menetapkan kualitas air yaitu ikan. Parameter kualitas air seperti biologi, fisika, juga kimia mampu menentukan mutu air di berbagai perairan. Penetapan mutu air sungai secara kimia dan fisika membutuhkan waktu yang panjang juga anggaran yang besar karenanya pemanfaatan parameter biologi dengan mengaplikasikan ikan menjadi vital untuk dilaksanakan (Marlina et al., 2017). Sungai merupakan ekosistem yang menghadapi kerusakan terbesar sebab segala pembuangan dari seluruh aktivitas baik dari pemukiman, industri, seluruhnya berakhiran di sungai yang berdampak pada mutu juga fungsi serta kegunaan sungai tersebut. Transformasi pemanfaatan lahan yang dijumpai dengan meningkatnya kegiatan domestik, pertanian juga industri akan mengakibatkan efek dampak pada keadaan mutu air sungai terlebih kegiatan domestik yang melimpahkan sumbangsih BOD terbanyak ke badan sungai. Kegiatan pertanian dengan mengaplikasikan pupuk serta pestisida mampu berdampak pada mutu air sungai lewat limbah dari lahan pertanian yang masuk ke badan air. Pemerintah sendiri telah memutuskan lewat Peraturan Pemerintah No. 82/2001 mengenai standart beban pencemaran dari kontaminan-kontaminan yang mempengaruhi kualitas air sungai (Tarima et al., 2016). Mutu air sungai terdampak oleh mutu kuantitas air yang bermula dari area tangkapan berkenaan dengan aktivitas individu yang berada didalamnya. Pupuk pestisida yang digunakan secara berlebihan oleh petani menyebabkan adanya perubahan kualitas air sungai sehingga aliran air yang menuju sungai dapat tercemar serta meningkatnya wilayah industry sehingga dapat menimbulkan keadaan hidrologis pada sebuah wilayah aliran sungai. Pencemaran yang terjadi pada sungai ini diantaranya juga disebabkan oleh kegiatan perseorangan yaitu dengan membuang sampah dan pembuangan limbah rumah sakit pada aliran sungai sehingga dapat menurunkan kualitas air sungai (Agustianingsih, 2012). Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk merupakan pelaksanaan pemerintah dalam bidang pengelolaan lingkungan termasuk pengelolaan perairan dan uji kelayakan air di wilayah Kabupaten Nganjuk. Tujuan mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan melakukan Praktik Kerja Lapang di Dinas Lingkungan Hidup yaitu melakukan pengukuran kadar air dengan menggunakan parameter yang ada di Dinas Lingkungan Hidup yaitu, Suhu, Kekeruhan, pH, Dissolved Oxygen, Total Dissplved Solids, Total Suspended Solids. Metode pengukuran parameter kualitas air telah menggunakan metode sesuai SNI. Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk terletas di Dusun Sanggrahan, Desa Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Terletak di Jalan Raya Kedondong Nomor 01.

Kontributor: Haryo Triajie, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100002
No Koleksi: 200351100002


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-28153-200351100002-Dhea Ayu Ananda Putri_200351100002.pdf - 1416 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar