Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-26 08:54:03  •  423 klik

PENGUJIAN MUTU ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN SWANGGI (Priancanthus tayenus) DAN IKAN BELOSO (Saurida tumbil) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG LAMONGAN
disusun oleh ZAHROTUL MAIDA

Subyek: IKAN SWANGGI
Kata Kunci: IKAN SWANGGI

[ Anotasi Abstrak ]

Simanjutak dan Mastiur. (2022) menyatakan bahwa formaldehid yang lebih dikenal dengan nama formalin merupakan salah satu zat yang dilarang berada pada bahan makanan. Formalin dapat bereaksi cepat dengan lapisan lendir saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Efeknya dapat mengakibatkan keracunan yaitu rasa sakit perut yang akut disertai muntah-muntah, timbulnya depresi susunan saraf, atau kegagalan peredaraan darah. Adanya penyalahgunaan formalin tidak terlepas dari masih kurangnya peran pemerintah untuk menjaga, memonitoring serta melakukan pengawasan lewat beberapa bahan pangan untuk mencegah praktik-praktik yang sangat merugikan masyarakat. Berdasarkan hasil uji formalin pada sampel ikan segar, ikan asin, dan sampel daging ayam di beberapa pasar tradisional dan modern di beberapa kota seperti Madura, Sukabumi, dan di Pekanbaru, hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel yang diperoleh positif mengandung formalin. Perceka et al (2021) pada penelitiannya menyatakan bahwa bahan baku ikan beloso yang telah memenuhi persyaratan ikan segar (nilai organoleptik diatas 7) kemudian diuji kandungan formalin secara kualitatif menggunakan Test Kit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ikan beloso dari TPI Muara Angke positif mengandung formalin. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna menjadi warna ungu pekat dalam larutan sampel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kadar garam, warna ungu yang terbentuk semakin memudar bahkan hampir netral. Yusuf et al. (2015) menyatakan bahwa sampel ikan yang telah dicuci menggunakan air mengalir dapat mengalami penurunan formalin sebesar 43,96%. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sugiarti (2019) yang menyatakan bahwa perendaman cumi-cumi asin dalam larutan garam dapat menurunkan residu formalin dalam cumi asin tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, penelitian kandungan formalin pada ikan segar hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan perlu dilakukan. Deteksi kandungan formalin pada ikan segar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan dapat dilaksanakan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapang. Hal ini bertujuan untuk mempraktikkan teori dan pemahaman yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk dapat dikonfirmasi melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang.

Kontributor: Abdus Salam Junaedi, S. Si., M. Si
Tanggal tercipta: 2023-07-13
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100029
No Koleksi: 200351100029


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-28433-200351100029-Draft.PKL_Zahrotul Maida_200351100029_Dospem pak abduuuu.pdf - 2810 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar