Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-28 09:23:00 • 292 klik
TINGKAT KESEGARAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR
disusun oleh RIZKY YULI ANDINI
| Subyek: | PELABUHAN PERIKANAN |
| Kata Kunci: | PELABUHAN PERIKANAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong mutlak sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga setempat yang berprofesi sebagai pencari ikan atau nelayan. Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong juga diperlukan dalam pengembangan sektor perikanan, karena selain pelabuhan tersebut dapat memudahkan para penangkap ikan (nelayan) untuk mengeksploitasi sumberdaya perikanan di laut, pelabuhan tersebut juga merupakan lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong tersebut memiliki aktivitas yang banyak menyerap tenaga kerja diantaranya pengangkatan ikan dari kapal ke pelabuhan, pengepul ikan, pedagang ikan besar, kuli ikan (manol), dan pemilah ikan (pengorek). Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong ini juga terdapat beberapa unit usaha yang tumbuh di sekitarnya, dimana unit- unit usaha tersebut menyediakan kebutuhan nelayan, pengolah, dan pemasaran. Usaha yang ada di daerah pelabuhan tersebut antara lain seperti adanya kios alat-alat perikanan yang menjual peralatan mesin, pancing, tali pancing, box ikan dan lain sebagainya (Maiditama, 2012). Perikanan termasuk sebuah sistem yang salah satunya dapat dilihat dari tahap penanganan pada ikan agar tetap terjaga mutunya. Sepulang dari melaut nelayan tentu membutuhkan tenaga untuk pengangkatan ikan dari kapal ke pengepul, yang memindahkan ikan dari kapal ke tempat pemilahan ikan dilakukan oleh buruh laki-laki. Pemilah ikan (pengorek) adalah buruh nelayan yang pekerjaannya memilah ikan dari yang super sampai yang sortiran sesuai dengan pesanan pabrik yang semua pekerjannya adalah wanita (Tetuko dan Titiek, 2018). Kegiatan pengangkatan dan pemilahan ikan sangat menentukan terhadap tingkat kesegaran ikan. Ikan hasil penangkapan harus segera ditangani untuk menghambat penurunan kualitas. Tahapan awal penanganan hasil perikanan dilakukan di atas kapal pada saat proses penangkapan dan selanjutnya dilakukan pengangkatan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan dan tahap selanjutnya dilakukan proses pemilahan ikan. Tahapan pada kegiatan-kegiatan tersebut merupakan titik kritis awal yang harus di perhatikan sebaik mungkin untuk menjamin ikan yang akan didistribusikan agar tetap mempunyai mutu yang baik. Namun disatu sisi pelaku usaha terutama nelayan belum memikirkan apakah upaya yang dilakukan sudah benar, baik secara teknis maupun ekonomis. Ikan merupakan komoditas yang muda dan cepat membusuk, sehingga ikan memerlukan penanganan yang cepat dan cermat, dalam upaya mempertahankan mutunya sejak ikan di angkat dari air dan dipindahkan kedalam palka kapal. Ikan termasuk bahan pangan yang muda mengalami pembusukan (high perishable food), hal ini diakibatkan oleh temperatur yang tinggi misalnya ikan langsung terkena paparan sinar matahari langsung pada daerah tropis seperti Indonesia yang dapat mengakibatkan kemunduran mutu dengan cepat setelah ikan di tangkap dan didaratkan. Pendinginan termasuk salah satu perlakuan yang paling umum dalam mempertahankan mutu hasil perikanan terutama dalam tahap penanganan. Penanganan ikan segar diupayakan suhu tetap rendah mendekati 00C. Penanganan ikan harus dilakukan secepat mungkin untuk menghindari kemunduran mutu ikan sehingga dibutuhkan bahan dan media pendinginan yang sangat cepat dalam menurunkan suhu pada pendinginan ikan. Tingkat kesegaran ikan akan semakin cepat menurun atau ikan akan mudah menjadi busuk pada suhu tinggi dan sebaliknya pembusukan dapat di hambat suhu rendah. Penanganan semua jenis ikan sangat mudah mengalami penurunan mutu sehingga diperlukan proses penanganan yang lebih pada saat di kapal hingga pengangkatan ikan dari kapal ke dermaga (Deni, 2015). Kesegaran ikan yang baru saja mati berada dalam tingkat yang maksimum, artinya kesegaran ikan tidak bisa ditingkatkan, hanya dapat dipertahankan melalui penerapan prinsip penaganan yang baik dan benar. Tingkat kesegaran ikan akan menurun drastis seiring dengan waktu jika tidak segera ditangani secara benar. Setiap jenis ikan memiliki pola dan kecepatan penurunan mutu yang berbeda dengan jenis ikan yang lain. Kecepatan penurunan mutu ikan yang mengalami luka atau memar lebih cepat dibandingkan dengan ikan dengan kondisi fisik yang utuh (Metusalach et al., 2014). Mengingat pentingnya parameter organoleptik untuk menentukan kesegaran ikan sebagai faktor penentu dalam pemenuhan bahan baku industri perikanan maka dilaksanakan pengujian terhadap tingkat kesegaran ikan di PPN Brondong (Wahyu et al., 2019). Pengujian organoleptik hanya dilakukan untuk ikan swanggi, ikan kurisi dan ikan biji nangka karena ikan tersebut lebih dominan yang didaratkan di pelabuhan menurut para nelayan yang berada disana. Penurunan mutu ikan dapat terjadi mulai dari saat penangkapan dan terus berlangsung hingga ke tangan konsumen akhir. Oleh karena itu, pengujian organoleptik mengenai cara penanganan yang tepat juga dapat mempengaruhi kualitas ikan dan pengujian organoleptik tersebut sangat penting dan mendesak untuk dilakukan dengan tepat agar tidak cepat terjadi proses penurunan mutu pada ikan.
| Kontributor | : Prof. Dr. M. Zainuri, M.Sc. |
| Tanggal tercipta | : 2023-07-25 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200351100003 |
| No Koleksi | : 200351100003 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-28664-200351100003-Rizky Yuli Andini_200351100003_Laporan PKL.pdf - 2304 KB
Dokumen sejenis...- STUDI PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR
- PROSEDUR PENGUJIAN MUTU HASIL TANGKAPAN DI UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI BULU, KECAMATAN BANCAR, KABUPATEN TUBAN
- ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN SEGAR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN KECAMATAN PASONGSONGAN SUMENEP
- UJI ORGANOLEPTIK MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) HASIL TANGKAPAN DARI ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PONDOKDADAP KABUPATEN MALANG
- PRODUKSI DAN KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN DARI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PONDOKDADAP, KABUPATEN MALANG
Dokumen yang bertautan...- STUDI PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR
- PROSEDUR PENGUJIAN MUTU HASIL TANGKAPAN DI UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI BULU, KECAMATAN BANCAR, KABUPATEN TUBAN
- ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN SEGAR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN KECAMATAN PASONGSONGAN SUMENEP
- UJI ORGANOLEPTIK MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) HASIL TANGKAPAN DARI ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PONDOKDADAP KABUPATEN MALANG
- PRODUKSI DAN KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN DARI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PONDOKDADAP, KABUPATEN MALANG
Kembali ke Daftar 