Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-07-31 15:28:26  •  188 klik

ANALISIS PENGUKURAN, SERTIFIKASI DAN PERIZINAN KAPAL DI UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN
disusun oleh IFFAH HASMAWATI

Subyek: PELABUHAN PERIKANAN
Kata Kunci: PELABUHAN PERIKANAN

[ Anotasi Abstrak ]

Pelabuhan perikanan adalah tempat melakukan kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat kapal nelayan untuk berlabuh, pengisian bahan bakar, pemuatan dan pembongkaran hasil tangkapan, tempat menangani dan memproses hasil tangkapan ikan. Pelabuhan perikanan juga berperan penting dalam pengawasan kegiatan perikanan termasuk penetapan peraturan pengukuran dan sertifikasi kapal perikanan. Pengukuran kapal dilakukan untuk mengetahui ukuran kapal (GT) yang dijadikan dasar penetapan besarnya pungutan kapal perikanan. Kapal perikanan wajib melakukan pengukuran kapal sebelum beroperasi karena sudah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 8 Tahun 2013 tentang pengukuran kapal, untuk menentukan panjang, lebar, dalam dan ukuran tonase kapal. Sertifikat kapal adalah surat kelengkapan atau dokumen kapal yang diakui oleh negara baik secara hukum maupun tertulis yang wajib dimiliki oleh setiap kapal perikanan yang berukuran di atas 7 GT maupun di bawah 7 GT sebagai bukti kepemilikan kapal yang sah atau legal, sebagai identitas kapal, sebagai syarat atau sistem manajemen keselamatan kapal dan sebagai persyaratan dalam berlayar. Sertifikasi kapal merupakan hal yang penting dalam pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal dalam melakukan pelayaran. Pembuatan sertifikat kapal nelayan harus dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, manusia, muatan barang atau cargo yang berlebihan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Pemeriksaan kapal sangat penting untuk dapat menentukan kapal tersebut laik laut atau tidak laut. Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan menjadi pelabuhan terbesar yang terdapat di Pulau Madura. Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan merupakan salah satu pelabuhan dengan hasil perikanan tangkap terbesar di Pulau Madura. Alat tangkap yang dominan digunakan oleh nelayan di Pasongsongan berupa purse seine. Pada umumnya kapal penangkap ikan yang digunakan oleh para nelayan di Pelabuhan Pasongsongan adalah kapal dengan jenis alat tangkap puse seine. Kapal dengan jenis alat tangkap purse seine dapat menampung ABK lebih banyak dibandingkan dengan jenis kapal yang lain. Jumlah ABK kapal yang dapat ditampung kapal dengan jenis purse seine sebanyak maksimal 20 orang. Pelabuhan perikanan pantai pasongsongan merupakan pusat pelabuhan perikanan bagi kapal perikanan yang terdapat di pasongsongan. Kapal dengan jenis alat tangkap purse seine merupakan jenis kapal penangkap ikan yang mendominasi daerah pelabuhan pantai pasongsongan (Marjono et al., 2010). Jenis kapal yang digunakan di Pelabuhan Pantai Pasongsongan umumnya berukuran kurang dari 20 GT. Pramesthy et al. (2022) menyatakan bahwa kapal perikanan merupakan salah satu modal utama dalam kegiatan usaha perikanan tangkap. Pemilik kapal dengan alat tangkap purse seine pada umumnya juga merupakan pemilik kapal pengangkut. Kapal pegangkut biasanya digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan dari tengah laut menuju daratan dengan sistem manual dari kapal purse seine (Hastrini et al., 2013). Kapal yang tercatat di pelabuhan perikanan pantai pasongsongan yang tercatat dari 5 tahun terakhir berjumlah 80 unit kapal. Jumlah kapal yang memiliki dokumen kapal lengkap di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasongsongan sebanyak 60 unit kapal. Kapal tersebut umumnya beroperasi tidak lebih dari 24 jam dengan berangkat menuju lokasi fishing ground dan kembali lagi ke fishing base. Ukuran kapal yang mendominasi di pelabuhan perikanan pantai pasongsongan umunya berukuran >10 GT (Huda et al., 2022). Hasil tangkapan yang diperoleh dari kapal alat tangkap purse seine memiliki jenis ikan yang berbeda beda. Pada umunya hasil tangkapan yang dieroleh dari alat tangkap purse seine berupa ikan ikan pelagis.

Kontributor: Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, M.Sc.
Tanggal tercipta: 2023-07-26
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100023
No Koleksi: 200351100023


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-28821-200351100023-IFFAH HASMAWATI_200351100023_Laporan PKL.pdf - 3138 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar