Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-12-28 14:10:16  •  800 klik

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG DI DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN
disusun oleh Valda Septiya Nirmala; Pertycia Margareth Lumban Gaol; Sri Wahyu Cahya Ningsih; Yolanda Wulandari;) Rohimatus Sholehah; Crisda Novita Sari; Laelatul Nujum

Subyek: DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN
Kata Kunci: DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN

[ Anotasi Abstrak ]

Desa Dempo Barat merupakan salah satu dari 9 desa di wilayah Kecamatan Pasean, yang terletak 7 Km ke arah Selatan dari Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan kondisi geografis, luas desa ini mencapai 7, 72 km dengan luas lahan sawah 4.890 m2 dan jumlah penduduk yang mencapai 6.784 jiwa. Dalam suatu desa terdapat sistem lingkungan desa, dimana merupakan suatu sistem yang berkaitan dengan lingkungan hidup yang ada di desa, seperti lingkungan ekonomi, sosial, budaya dan fisik. Masyarakat di Desa Dempo Barat mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani karena kekayaan alam yang menjadi potensi desa ini. Namun juga terdapat beberapa jenis pekerjaan lain seperti PNS, pegawai swasta, pedagang, dan lainnya. Komoditas unggulan pertanian di desa ini yaitu jagung dan tembakau sedangkan padi hanya berpotensi di beberapa dusun. Selain itu, lahan perkebunan di desa ini banyak ditanami pohon kelapa, mengkudu, siwalan, cabai, tomat, bawang merah, melon, semangka, dan alpukat. Hasil panen yang mereka dapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dan juga membantu perekonomian keluarga. Dempo Barat memiliki 10 dusun yaitu dusun Potreh, Jurang Dalam, Bancek, Janten, Patemon, Kembang, Karang Tenga, Pandian, Duwa’ Pote, dan Toroy. Walaupun terbagi menjadi 10 dusun, desa ini masih tetap mempertahankan budaya tegur sapa yang kuat sehingga dapat selalu tertib tanpa adanya konflik internal. Selain itu, desa ini juga dikenal kental akan keagamaannya. Desa Dempo Barat memiliki beberapa pesantren yang telah beroperasi sejak lama, membuat desa ini juga dikenal sebagai desa santri. Selain budaya ramah tamah yang masih melekat pada masyarakat, Dempo Barat juga mengembangkan salah satu kebudayaan yang terkenal di Madura, yaitu sapi sonok. Di Madura, desa ini adalah pelopor dalam pelestarian budaya sapi sonok yang rutin diadakan satu kali dalam setahun dan telah berjalan sejak tahun 2003 secara resmi dan yang tradisional sejak tahun 1950-an. Sapi sonok sendiri adalah sebuah ajang kecantikan sapi betina yang dimana nantinya, semua peserta akan merias sapi mereka semenarik mungkin untuk dipamerkan di kontes ini. Sebelum paguyuban sapi sonok dimulai, sapi-sapi di Desa Dempo Barat akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk di seleksi dari ukuran sapi yang paling kecil hingga yang terbesar. Tahap ini dikenal sebagai sapi taccek dan menghasilkan sapi yang akan maju untuk mengikuti ajang sapi sonok. Tahap ini juga berguna sebagai ajang pemasaran bagi siapapun yang tertarik membeli sapi yang telah dipamerkan sebelumnya. Dengan adanya budaya tersebut, hampir seluruh keluarga yang tinggal di desa ini memiliki setidaknya satu sapi untuk dipelihara. Desa Dempo Barat juga memiliki kondisi lingkungan fisik yang baik, seperti banyaknya tempat tinggal yang sehat serta adanya sumber mata air bersih sehingga dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Peran pemerintah desa termasuk penting dalam menjalankan sistem lingkungan desa. Pemerintah Desa Dempo Barat telah menjalankan beberapa tugasnya dalam membantu desa seperti, menyalurkan bantuan kepada masyarakat, memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat desa, serta menerapkan aturan-aturan yang jelas terkait pengelolaan lingkungan di wilayah desa. Keadaan sumberdaya manusia di Desa Dempo Barat juga masih tergolong rendah yang sebagian besar didominasi lulusan SMP ke bawah. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat membuat kerjasama antara masyarakat bersama perangkat desa maupun mitra untuk menjadikan desa maju menjadi kurang maksimal. Berdasarkan hal tersebut serta survey yang telah dilakukan maka penulis selaku mahasiswi semester lima Program Studi Agribisnis, Universitas Trunojoyo Madura memilih Desa Dempo Barat sebagai tempat PKL dikarenakan memiliki potensi yang berprospek baik untuk kedepannya, namun pengelolaan masih belum dilakukan secara optimal, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan mampu membantu pengembangan dan perencanaan desa untuk kesejahteraan serta kemajuan desa.

Kontributor: Novi Diana Badrut Tamami, S.P., M.P.
Tanggal tercipta: 2023-12-21
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210321100098
No Koleksi: 210321100098


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-30203-210321100098-Rohimatus Sholehah#210321100098#Agribisnis.pdf - 1749 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar