Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh yoga pada 2024-06-03 10:57:17  •  239 klik

MITIGASI RISIKO DALAM PROSES PENGOLAHAN IKAN TERI NASI DI PT MARINAL INDOPRIMA CABANG PAMEKASAN
disusun oleh UNZILATUL QODRIYAH

Subyek: IKAN TERI NASI (STOLEPHORUS SP.)
Kata Kunci: Ikan teri nasi (Stolephorus sp.)
Proses pengolahan ikan
Mitigasi risik

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera yaitu benua Asia dan benua Australia, serta samudera Hindia dan samudera Pasifik. Perairan Indonesia terletak pada garis bujur antara 90o-145o bujur timur, dan 4o lintang selatan dan 10o lintang utara mengelilingi garis khatulistiwa. Indonesia dengan langsung terhubung melalui laut dan darat dengan sepuluh negara di kawasan, rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang bisa menyebabkan instabilitas di dalam negeri dan di kawasan tersebut (Zakiyah dan Mulyanto, 2021). Sektor perikanan terdiri dari subsektor perikanan laut, subsektor perikanan darat (on-farm) dan subsektor pengolahan hasil laut (off-farm), yang mempunyai peranan berbeda dalam mendorong pembangunan perekonomian daerah di Jawa Timur. pada tahun 2020, total produksi perikanan Jawa Timur sebesar 424.251 ton, dengan perikanan laut menyumbang porsi terbesar yaitu 416.073 ton. Total produksi budidaya perikanan telah mencapai 1.264.159 ton, yang sebagian besarnya berasal dari budidaya alga (687.692 ton). Makanan laut pada tahun 2020 antara lain udang, tuna, tongkol, cakalang, rumput laut, cumi-cumi, dan kepiting. Pada tahun tersebut udang mendominasi sebagai produk ekspor terbesar baik dari segi volume maupun nilai, dengan mencapai volume 239.282.011 kg dan nilai USD mencapai 2.040.184.255. selama lima tahun terakhir, terjadi peningkatan rata-rata 8,70% dalam volume ekspor udang, 10,95% dalam ekspor tuna tongkol, dan cakalang, 1,15% dalam ekspor rumput laut, 4,21% dalam ekspor cumi-cumi, sotong, gurita, dan penurunan sebesar 1,08% dalam ekspor kepiting. Sementara itu, produk lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 2,90% per tahun (Dwi et al., 2022).

Kontributor: Dr. Askur Rahman, S.TP., MP.
Tanggal tercipta: 2024-05-03
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210331100102
No Koleksi: 210331100102


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-31704-210331100102-Laporan PKL.pdf - 2206 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar