Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh yoga pada 2024-06-27 19:41:41  •  326 klik

IDENTIFIKASI SERANGGA YANG MENYERANG TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DI IP2TP CUKURGONDANG
disusun oleh NUR CHOFINAH

Subyek: TANAMAN ALPUKAT
Kata Kunci: Tanaman Alpukat (Persea americana Mill.)
Klasifikasi Alpukat
Morfologi Tanaman
Syarat Tumbuh Tanaman
Biologi Lalat Buah
Siklus Hidup Lalat Buah

[ Anotasi Abstrak ]

Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu komponen penting dalam kurikulum pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam dunia kerja sebelum mereka lulus. Dalam praktiknya, pelaksanaan PKL dapat bervariasi antara institus pendidikan tinggi, program studi, atau bahkan tempat kerja yang menjadi tujuan PKL. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Cukurgondang merupakan salah satu tempat untuk melakukan kegiatan PKL, yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia terutama dikalangan pemuliaan tanaman yang terfokus pada tanaman buah tropika. Salah satu buah tropika yang dikembangkan di IP2TP Cukurgondang adalah alpukat. Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah yang masuk ke Indonesia pada abad ke 18. Tanaman alpukat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia dan memiliki berbagai jenis alpukat yang berbeda-beda disetiap wilayah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat yang mempunyai rasa buah yang enak serta kaya akan vitamin. Kandungan gizi yang dimiliki oleh buah alpukat cukup tinggi sehingga baik untuk kesehatan (Sadwiyanti et al., 2019). Adapun 3 urutan negara penghasil alpukat terbesar di dunia diantaranya Meksiko, Dominika, dan Peru. Tahun 2016 Meksiko menghasilkan jumlah produksi buah alpukat sebanyak 1.889.354 ton, Dominika menghasilkan produksi sebanyak 601.349 ton, dan Peru menghasilkan produksi sebanyak 455.394 ton. Negara Indonesia sendiri berada pada posisi ke-4 penghasil produksi alpukat sebesar 304.938 ton (FAO, 2017). Adanya produksi hasil yang berbeda-beda salah satunya dipengaruhi oleh varietas dan serangga yang menyerang alpukat oleh karena itu dilakukan penelitian rearing serangga. Rearing serangga adalah pengembangbiakan hama mulai dari telur sampai imago. Penelitian rearing serangga dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya tanaman alpukat yang sakit akibat peletakkan telur dari serangga hama yang mengakibatkan kerusakan pada tanaman alpukat (Andi, 2013).

Kontributor: Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si.
Tanggal tercipta: 2024-06-04
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210311100046
No Koleksi: 210311100046


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-31939-210311100046-Laporan PKL.pdf - 13171 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...

     Tidak ada !



 Kembali ke Daftar