Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh yoga pada 2024-06-28 17:33:09  •  123 klik

MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBENIHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI BBPBAP JEPARA JAWA TENGAH
disusun oleh FITRI SOFIA ROSANTI

Subyek: IKAN BANDENG
Kata Kunci: Ikan Bandeng (Chanos chanos)
Pembenihan Ikan
Pemanenan dan Pemasaran
Analisa Usaha

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia adalah negara dengan memiliki hasil perikanan yang semakin meningkat. Indonesia mempunyai potensi hasil perikanan diperkirakan mencapai 546,50 ribu ton, dengan budidaya air tawar 1,32%, pada budidaya air payau 22,74% dan budidaya laut 2,28% dengan nilai total produksi sekitar 15,77 juta ton pada tahun 2020. Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan pangan yang terkenal di lingkungan masyarakat. Ikan bandeng ini termasuk jenis air tawar yang menjadi prospek baik di kalangan pasar. Permintaan ikan bandeng tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik untuk konsumsi lokal, ikan umpan bagi industri perikanan tuna, maupun untuk pasar ekspor. Kebutuhan bandeng untuk ekspor yang cenderung meningkat merupakan peluang usaha yang positif. Namun peluang tersebut belum dapat terpenuhi karena terbatasnya produksi dan diikuti tingginya konsumsi lokal. Data total produksi perikanan nasional ikan bandeng pada triwulan I-2022 mencapai 120,67 trilyun. Data tersebut menurun 0,74 persen dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2021 yaitu sebesar 121,57 trilyun (Jefri et al., 2022). Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskal) merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan banyak digemari oleh konsumen di Indonesia. Ikan Bandeng banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan protein yang lengkap serta penting untuk tubuh. Zat gizi utama pada ikan antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral, akan tetapi zat gizi ini tidak akan bernilai tinggi dan turun mutunya apabila tidak ditangani dengan baik setelah penangkapan atau pemanenan. Kandungan gizi pada setiap ikan akan berbeda beda tergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa jenis atau spesies ikan, jenis kelamin, umur dan fase reproduksi pada ikan. Faktor eksternal berupa faktor yang ada pada lingkungan hidup ikan berupa habitat, ketersediaan pakan dan kualitas perairan tempat ikan hidup melalui kegiatan budidaya (Hafiludin, 2015).

Kontributor: Dr. Indah Wahyuni Abida, S.Pi., M.Si.
Tanggal tercipta: 2024-06-11
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210351100043
No Koleksi: 210351100043


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-31950-210351100043-LAPORAN PKL.pdf - 2135 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar