Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh yoga pada 2024-06-28 20:16:07  •  178 klik

HUBUNGAN KONDISI PERMUKAAN DAUN DENGAN SERANGAN ANTRAKNOSA PADA DAUN ALPUKAT (Persea Americana mill.) DI IP2TP CUKURGONDANG
disusun oleh URLI HOLIDATUL MUNAWAROH

Subyek: ALPUKAT
Kata Kunci: Tanaman Alpukat
Antraknosa
Anatomi Daun

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman alpukat (Persea americana mill.) berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Daun tanaman alpukat yang muda dapat digunakan sebagai obat tradisional yaitu obat batu ginjal dan rematik (Subhan, 2021). Tanaman alpukat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia dan memiliki berbagai jenis alpukat yang berbeda-beda disetiap wilayah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat dikarenakan rasa buah yang enak serta kaya akan vitamin. Kandungan gizi yang dimiliki oleh buah alpukat cukup tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Kandungan minyak atau lemak pada buah alpukat sebesar 5-25% tergantung dengan varietasnya (Widianti et al., 2022). Data BPS, produksi alpukat di Indonesia pada tahun 2020 adalah sebanyak 609.049 ton dengan Provinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan produksi tertinggi se-Indonesia. Produksi Alpukat Jawa Timur sebanyak 175.735 ton, dan untuk wilayah Kabupaten Pasuruan sendiri menurut BPS (2022) sebanyak 667,5 ton, disusul oleh Jawa Barat sebanyak 104.665 ton dan Jawa Tengah sebesar 73.993 ton. Dapat disimpulkan bahwa produksi alpukat pada tahun 2020 ini mengalami kenaikan sebesar 147.436 ton bila dibandingkan tahun 2019 dengan produksi sebesar 461.613 ton atau mengalami kenaikan sebesar 32% (Mafika, 2023). Permintaan dan konsumsi akan buah alpukat tersebut terus meningkat. Hal ini menunjukkan semakin diminatinya buah alpukat oleh masyarakat, sehingga dibutuhkan bibit alpukat yang berkualitas.

Kontributor: Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si
Tanggal tercipta: 2024-06-04
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210311100043
No Koleksi: 210311100043


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-31957-210311100043-Laporan PKL.pdf - 7801 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar