Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2024-07-01 11:53:02 • 208 klik
PENGUJIAN MIKROBIOLOGI DAN CHLORAMPHENICOL PRODUK RAJUNGAN KALENG DI PT. PAN PUTRA SAMUDRA, REMBANG JAWA TENGAH
disusun oleh YOSI EFRA ELKANA GULTOM
| Subyek: | RAJUNGAN |
| Kata Kunci: | Klasifikasi dan Morfologi Rajungan Rajungan sebagai bahan baku pengalengan Penanganan Daging Rajungan Pengujian Mutu Produk |
[ Anotasi Abstrak ]
Rajungan merupakan salah satu produk makanan laut yang cukup berkualitas yang dapat dijual segar maupun diolah. Kesegaran produk rajungan adalah salah satu faktor penting yang dapat menentukan kualitasnya. Proses mengolah atau mengalengkan rajungan dapat menjaga kesegaran dan umur simpan dalam jangka waktu yang lama, serta mencegah terjadinya kerusakan. Dalam proses pembuatan rajungan, pengendelian kualitas sangat penting pada proses rajungan, dimana dapat menjaga mutu produk tetap terjaga. Hal ini dapat dilakukan dengan pengujian mutu yang mana memperhatikan secara fisik, kimia maupun biologi. Pengujian mutu adalah proses evaluasi untuk menentukan sebuah karakteristik dan kualitas suatu produk atau layanan. Tujuan dilakukannya pengujian mutu ialah untuk memastikan produk dapat mencapai standar yang ditetapkan. Maka dari itu pentingnya pengujian produk mutu untuk menjaga kualitas pada produk, menjamin keselamatan konsumen, kepatuhan regulasi, efesiensi produksi serta inovasi pada produk (Kembaren et al., 2012). Hal ini dapat dilakukan dengan pengujian, yang merupakan suatu proses atau serangkaian aktivitas untuk mengevaluasi atau menguji suatu produk, sistem, atau bahan terhadap standar atau kriteria tertentu. Menurut Umasugi (2021), pengujian ini melibatkan beberapa metode dan teknik yang mana tergantung pada jenis produk atau sistem yang diuji dan tujuan pengujian itu sendiri. Pengujian ini dilakukan dengan parameter seperti pengujian fisik, kimia dan biologi. Pengujian fisik yang dilakukan pada rajungan ini adalah untuk memeriksa warna, tekstur, dan keutuhan rajungan, menentukan berat bersih dan berat kotor rajungan. Pengujian pada kimia dengan menguji kadar air, garam serta kadar asam pada rajungan, sedangkan pada pengujian biologi dapat dilakukan dengan uji mikrobiologis (Umasugi et al., 2021).
| Kontributor | : Dr. Burhan S. TP., M.P |
| Tanggal tercipta | : 2024-04-25 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210331100072 |
| No Koleksi | : 210331100072 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-31975-210331100072-Laporan PKL.pdf - 2315 KB
Dokumen sejenis...- Analisis Dampak Usaha Industri Rajungan Terhadap Kesejahteraan Pekerja Perempuan di Kabupaten Pamekasan (Studi Kasus Daerah Pesisir Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan)
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PRODUK DAGING RAJUNGAN DI MINI PLANT PANDANG LAUT PT. KELOLA MINA LAUT, BANYUSANGKAH-BANGKALAN
- STUDI HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN MENGGUNAKAN BUBU DAN GILLNET PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN PRAGAAN DAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP
- PENGARUH JENIS UMPAN PADA BUBU RAJUNGAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA KEDALAMAN PERAIRAN YANG BERBEDA DI LEMBUNG KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
- UJI MUTU DANANALISISFINANSIAL NAGETIKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) TINGGI KALSIUM
Dokumen yang bertautan...Tidak ada !
Kembali ke Daftar 