Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh yoga pada 2024-07-02 10:30:28  •  168 klik

UJI TOKSISITAS ARTEMIA (Artemia salina l) TERHADAP POLISAKARIDA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) MELALUI EKSTRAKSI NETRAL DI CV HADID MUKTI KARYA DAN LABORATORIUM MARINE BIOTECHNOLOGY UNIVERSITAS DIPONEGORO
disusun oleh PUTRI NURUL QOTIMAH

Subyek: JAMUR TIRAM
Kata Kunci: Artemia (Artemia salina l)
Klasifikasi Artemia
Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)
Klasifikasi Jamur Tiram
Polisakarida Pada Jamur Tiram
Ekstraksi Netral

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis dan banyak keanekaragaman hayati didalamnya. Indonesia dengan iklim tropisnya memiliki kelembaban dan suhu yang relatif tinggi di beberapa daerah sehingga dapat menciptakan kondisi yang baik untuk kegiatan budidaya. Budidaya yang sesuai diterapkan di negara yang memiliki kelembaban dan suhu seperti Indonesia adalah Budidaya Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) (Altasyah et al., 2022). Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) ini dapat dimanfaatkan diberbagai bidang, baik itu bidang farmasi untuk obat-obatan atau bidang pangan karena memiliki nutrisi yang tinggi. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki manfaat sebagai imunomodulator dan manfaat tersebut ada didalam salah satu senyawa nya yaitu Polisakarida (Saskiawan Hasanah, 2015). Polisakarida Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) adalah senyawa metabolik primer berupa rantai atau polimer dari monomer-monomer monosakarida. Jamur mengandung polisakarida dengan komponen utama yaitu beta glucan. Polisakarida dapat bermanfaat sebagai immune enhancer karena beta glukan dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dan produksi sitokinin. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) untuk bisa memperoleh senyawa polisakarida dapat dilakukan dengan cara ekstraksi. Ekstraksi pengambilan senyawa polisakarida ini nanti akan menghasilkan sifat toksin dan dapat di uji kan ke berbagai biota renik termasuk pada larva udang atau artemia (Artemia salina l) (Altasyah et al., 2022). Artemia (Artemia salina l) adalah biota yang dalam industri aquakultur sering dimanfaatkan sebagai bahan pakan udang dan ikan. Artemia (Artemia salina l) merupakan biota yang sering digunakan sebagai indikator dalam uji toksisitas karena memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suatu senyawa. Uji toksisitas ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat toksik suatu senyawa dan untuk menghindari potensi bahaya pada rantai makanan apabila tingkat toksiknya tinggi. Polisakarida jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan senyawa yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Uji toksisitas Polisakarida menggunakan Artemia (Artemia salina l) adalah langkah penting dalam proses pengembangan produk baru untuk memastikan bahwa produk tersebut aman bagi penggunaan lebih lanjut (Farihah et al., 2014).

Kontributor: lnsafitri. ST., M.Sc., Ph.D.
Tanggal tercipta: 2024-05-22
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210341100054
No Koleksi: 210341100054


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-31996-210341100054-Laporan PKL.pdf - 2517 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...

     Tidak ada !



 Kembali ke Daftar