Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh yoga pada 2024-07-02 16:07:21  •  448 klik

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L) SECARA ORGANIK DI CV. TANI ORGANIK MERAPI CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
disusun oleh WIWIED FITRIA DAMAYANTI

Subyek: TANAMAN KAILAN
Kata Kunci: Tanaman Kailan
Brassica oleracea L
Pertanian Organik

[ Anotasi Abstrak ]

Praktik kerja lapang yang dilakukan di CV Tani Organik Merapi, Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta yaitu tempat pengembangan pertanian organik. Pada tempat tersebut menanam beberapa komoditas yaitu sawi, pakcoy, selada, daun bawang, kemangi, kailan dan lain sebagainya. Salah satu komoditas yang menjadi komoditas unggulan di tempat tersebut adalah pakcoy dan kailan. Kailan adalah tanaman yang termasuk dalam sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang berasal dari China. Tanaman ini termasuk tanaman jenis sayuran family kubis kubisan (Brasicacae) yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke 17, sayuran ini sudah cukup populer dan diminati dikalangan masyarakat karena mengandung banyak vitamin dan gizi (Ali et al., 2021). Kailan termasuk dalam sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta mengandung gizi tinggi. Dalam 100 gram kailan mengandung energi 22 kkal, karbohidrat 3,8 g, serat pangan 2,5 g, protein 1,1 g, vitamin C 28,2 mg, Vitmain A 1,638 UI, lemak 0,7 g, vitamin E 0,5 mg, kalsium 100 mg,mangan 0,3 mg (Suciati et al., 2021). Tanaman kailan dapat tumbuh di semua jenis tanah, namun untuk memperoleh pertumbuhan yang maksimal maka perlu memperhatikan kesuburan tanah yang akan digunakan. Agar pertumbuhan dan produksi kailan optimal maka perlu penambahan unsur hara melalui pemupukan. Namun penggunaan pupuk anorganik secara terus – menerus tanpa dibarengi dengan pemberian bahan organik justru akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang akan mengakibatkan kadar bahan organik tanah semakin habis, struktur tanah rusak dan ekosistem biologi tanah menjadi tidak seimbang Kondisi ini akan menyebabkan serapan hara oleh tanaman terganggu dan produksi menjadi berkurang (Sihotang,2021).

Kontributor: Erick Yuhardi, S.P., M.P
Tanggal tercipta: 2024-05-14
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210311100053
No Koleksi: 210311100053


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-32007-210311100053-Laporan PKL.pdf - 2577 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar