Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2024-07-03 14:51:32 • 144 klik
SERTIFIKASI EKSPOR TUNA LOIN BEKU (Thunnus spp.) DI BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN DENPASAR
disusun oleh AFRIDANI FERDIAN SYAH
| Subyek: | TUNA LOIN |
| Kata Kunci: | Klasifikasi Ikan Tuna (Thunnus spp.) Karakteristik dan Kualitas Daging Ikan Ekspor Sertifikasi |
[ Anotasi Abstrak ]
Perikanan merupakan sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Industri hasil perikanan mengalami perkembangan yang sangat pesat dan memiliki prospek yang menjanjikan secara ekonomi. Hasil perikanan dari perairan asin, payau hingga tawar berpotensi untuk dijadikan produk perikanan yang dikonsumsi dan diekspor ke negara-negara besar di Benua Asia dan Eropa. Hasil perikanan sudah menjadi kebutuhan konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia dikarenakan masyarakat sudah mengerti akan banyaknya kandungan nutrisi yang ada pada daging ikan. Potensi hasil perikanan yang dimiliki Indonesia berasal dari perikanan budidaya dan perikanan tangkap yang tersebar hampir diseluruh Indonesia. Ekspor merupakan proses pengiriman barang atau jasa dari negara satu ke negara lain, dengan tujuan memperoleh untung dan meningkatkan perekonomian. Kegiatan ekspor yang akan dilakukan perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi dan ditaati seperti pengujian mutu, keamanan pangan, dan sertifikasi produk yang akan diekspor. Pengujian mutu dan sertifikasi produk dilakukan sebagai jaminan keamanan produk yang akan diekspor. Produk yang sudah dinyatakan memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta tersertifikasi maka dapat dilakukan kegiatan ekspor, produk perikanan yang belum dilakukan sertifikasi akan beresiko penolakan ekspor. Berdasarkan data Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan tahun 2022, terdapat 29 kasus penolakan ekspor TTC (tuna, tongkol, cakalang) yang disebabkan adanya temuan kandungan logam berat jenis merkuri, bakteri E coli, kandungan karbon monoksida, kandungan salmonella dan histamin yang melebihi ambang batas. Berdasarkan PERMEN-KP No. 19 Tahun 2010 tentang pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan menyatakan bahwa diperlukan adanya upaya dalam pencegahan yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan mulai pra produksi sampai proses distribusi untuk menghasilkan produk perikanan yang bermutu dan aman bagi kesehatan.
| Kontributor | : Dr. Hafiluddin, S.Pi.,M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2024-07-02 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210351100084 |
| No Koleksi | : 210351100084 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-32021-210351100084-Laporan PKL.pdf - 2429 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Peranan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Dalam Peningkatan Ekspor Jawa Timur
- Strategi memasuki pasar ekspor
- Rumusan Strategi Pengembangan Ekspor UKM sepatu dengan Menggunakan Pendekatan ANP
- Analisis Daya Saing Ekspor Komoditas Udang Indonesia
- ANALISIS VOLATILITAS EKSPOR DAN FLUKTUASI NILAI TUKAR DI INDONESIA TAHUN 2002:I - 2013:IV
Kembali ke Daftar 