Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2024-07-05 10:31:05 • 277 klik
PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DI PT. SMART Tbk
disusun oleh TEGAR YUSUP RAMA IRAWAN
| Subyek: | MINYAK GORENG |
| Kata Kunci: | Minyak Goreng Kelapa Sawit Proses Produksi Minyak Mutu Pengendalian Mutu Standar Mutu minyak |
[ Anotasi Abstrak ]
Kelapa sawit merupakan salah satu komiditas hasil perkebunan yang memiliki peran dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat dari 10,01 juta hektar (2013) menjadi 12,3 juta hektar pada tahun 2017 atau meningkat sebesar (4,57%/tahun), sejalan dengan hal itu produksi kelapa sawit Indonesia yakni CPO (Crude Palm Oil) meningkat dari 27,75 juta (2013) menjadi 35,36 juta ton (2017) atau meningkat (5,48%) (Azahari, 2019). Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar ketiga di dunia, Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memasarkan minyak sawit dan inti sawit baik di dalam maupun luar negeri. Pasar potensial yang akan menyerap pemasaran minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) adalah industri fraksinasi/rafinasi (terutama industri minyak goreng). Produksi minyak tanaman kelapa sawit bergantung pada ketebalan daging buah tanaman kelapa sawit (mesocarp) dan ketebalan inti buah (endocarp). Ketebalan daging buah (mesocarp) dan inti buah (endocarp) juga berbeda-beda tergantung jenis minyak sawit yang digunakan, dan warna buah juga berbeda-beda tergantung jenis dan umur tanaman kelapa sawit (Ikal Idris et al., 2020) Proses pengolahan minyak kelapa sawit dimulai di stasiun penerima tandan buah segar (TBS) yang dilengkapi dengan jembatan timbang, tempat pemilahan dan pemuatan. Selanjutnya dilanjutkan ke tempat pemasakan (sterilizer), stasiun perontokan (thresher), pada stasiun ini tandan kosong dan brondolan akan terpisah, tandan kosong akan masuk kedalam mesin empty bunch press dan brondolan akan masuk ke stasiun pemerasan (pressing), pada stasiun pemerasan terdapat sampel padat dan cair, sampel padat berupa nut dan fiber akan masuk ke dalam stasiun nut plant sedangkan sampel cair akan masuk ke dalam stasiun pemurnian (clarification) (Hairiyah Sholikhah, 2023).
| Kontributor | : Dr. Enung Siti Nur Hidayah |
| Tanggal tercipta | : 2024-05-22 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210331100034 |
| No Koleksi | : 210331100034 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-32074-210331100034-Laporan PKL.pdf - 2133 KB
Dokumen sejenis...- PENGENDALIAN MUTU MINYAK GORENG DI PT SALIM IVOMAS PRATAMA,Tbk SURABAYA
- KARAKTERISTIK MUTU MINYAK GORENG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera)
- Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Minyak Goreng di Indonesia
- PENGENDALIAN MUTU MINYAK GORENG KELAPA PT IKAN DORANG, SURABAYA
- PROSES REFINE BLEACH DEODORIZE MINYAK GORENG KELAPA DI PT IKAN DORANG SURABAYA
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS PERBAIKAN MUTU KECAP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (Studi Kasus di UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan)
- APLIKASI TUJUH ALAT PENGENDALIAN MUTU PADA PRODUKSI KERIPIK SUKUN DI UD BUNGA MUTIARA
- STRATEGI PEMASARAN KERUPUK AMPLANG DI UD SARINA KABUPATEN SUMENEP
- ANALISIS POLA KEMUNDURAN MUTU IKAN BANDENG (Chanos chanos) FASE PRE RIGOR HINGGA RIGOR MORTIS DARI DUA LOKASI YANG BERBEDA
- Kajian GMP dan Penyusunan Rencana HACCP (HACCP Plan) dalam Upaya Peningkatan Mutu Tahu di UD. AFI Sampang,
Kembali ke Daftar 