Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh yoga pada 2024-07-05 13:53:24  •  458 klik

PROSES PRODUKSI DAN PENERAPAN 12 LANGKAH HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT PADA PEMBEKUAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus) BENTUK UTUH DI PT. MARINDO MAKMUR USAHAJAYA SIDOARJO
disusun oleh Nurisa Fatmawati

Subyek: IKAN KAKAP MERAH
Kata Kunci: Ikan Kakap Merah (Lutjanus sanguineus)
Pembekuan Whole
Gilled
Gutted
and Scalled Ikan Kakap Merah
Pengendalian Mutu Ikan
Pengertian Hazard Critical Control Point (HACCP)
Tahapan Implementasi HACCP

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan kakap merah merupakan komoditas perikanan demersal yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta banyak ditangkap di wilayah perairan Indonesia. Berdasarkan data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (2021), produksi ikan kakap di Indonesia mencapai 313,343 ton/tahun. Hasil tangkapan ikan yang diperoleh tersebut umumnya dipasarkan sebagai komoditas ekspor maupun lokal baik berupa ikan kakap merah segar, kakap fillet, dan kakap beku. Nilai ekspor ikan kakap merah di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 4,172,06 ton angka tersebut mengalami kenaikan dibanding pada tahun 2017 yaitu sebesar 3,724,12 ton (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2021). Kenaikan nilai ekspor tersebut membuat ikan sangat penting untuk dijaga kualitasnya karena sejak saat penangkapan, ikan rentan terhadap kontaminasi mikroba yang menyebabkan perubahan karakteristik pada ikan sehingga dapat berakibat pada penolakan oleh konsumen Kuvei et al., 2019). Ikan kakap merah merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh adanya aktivitas fisik, kimia dan biologi (Lemae dan Lasmi, 2019). Kecepatan penurunan tingkat kesegaran ikan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, penanganan fisik yang kurang baik, dan adanya aktivitas enzimatis (Puspitasari et al., 2022). Hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya nilai gizi yang terkandung dalam ikan, sehingga mempertahankan tingkat kesegaran ikan sangat penting dilakukan (Muchtar et al., 2024). Pendinginan merupakan metode penting dalam pengawetan ikan selama penyimpanan, suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme (Vital et al., 2018).

Kontributor: AB. Chandra, S.Si., M.Si
Tanggal tercipta: 2024-07-01
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-21035100019
No Koleksi: 21035100019


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-32086-21035100019-Laporan PKL.pdf - 3388 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...

     Tidak ada !



 Kembali ke Daftar