Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2024-07-30 08:48:51 • 294 klik
ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BAHAN BAKU DAN PAKAN TERNAK PADA PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK UNIT BUDURAN, SIDOARJO
disusun oleh NABILA FELICIA
| Subyek: | PAKAN TERNAK |
| Kata Kunci: | Pakan Ternak Supply Chain Management Planning Organizing Actuating and Controling (POAC) |
[ Anotasi Abstrak ]
Industri peternakan berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional, dan Provinsi Jawa Timur berperan baik dalam perekonomian nasional sebagai pusat peternakan. Salah satu dari subsector industri peternakan yang pertumbuhannya meningkat adalah sektor industri perunggasan yang merupakan garda depan dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi hewan. Konsumsi ayam pada tahun 2017 adalah 12,5 kg per orang, meninggat hampir 11% setiap tahunnya. Peningkatan konsumsi ini juga mendukung pertumbuhan produksi pakan ternak menjadikan industri pada pakan ternak sebagai industri yang cukup menarik. PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk merupakan salah satu perusahaan industri pakan ternak yang cukup besar dan terkemuka di tanah air. PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk sebagai salah satu perusahaan industri pakan ternak yang berdiri sejak tahun 1975 yang memiliki 14 cabang, salah satunya cabang yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo. Perusahaan ini terdapat beberapa jenis pakan ternak yang diproduksi serta kurang lebih 90 jenis bahan baku yang digunakan dalam proses produksi pakan ternak. Perkembangan dunia usaha dihadapkan pada persaingan yang sangat ketat. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan menggunakan berbagai cara, seperti melakukan upaya peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas produk, durasi pengiriman, dan efisiensi biaya. Hal tersebut dapat mendorong peningkatan penjualan produk perusahaan industri pakan ternak tersebut. Banyaknya perusahaan industri pakan ternak skala besar di Provinsi Jawa Timur, mendorong masing-masing pesaing untuk terus meningkatkan hasil produksi dan mencapai puncak penjualan. Perusahaan dituntut untuk berevolusi dan berinovasi untuk menemukan dan memanfaatkan peluang kompetitif terbaik untuk mempertahankan keunggulan kompetitif mereka di pasar. Perusahaan yang berkompetitif dan berkinerja baik didukung oleh Supply Chain Management yang baik, karena Supply Chain Management merupakan inti dari integrasi bisnis yang ada.
| Kontributor | : Dr. Millatul Ulya, S.TP., M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2024-05-29 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210331100067 |
| No Koleksi | : 210331100067 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-33202-210331100067-Laporan PKL TIP.pdf - 1649 KB
Dokumen sejenis...- PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK PERBAIKAN KUALITAS
- PENDEKATAN MRP II DALAM MENGANALISA KEBUTUHAN JAM KERJA MESIN DAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN PAKAN TERNAK (STUDI KASUS : PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk)
- TEKNIK PEMBERIAN PAKAN KERANG ABALONE (Haliotis sp.) MENGGUNAKAN PAKAN BERBAHAN BAKU ULVA SP., GRASILARIA SP. DAN NITZCHIAS SP. DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOKBARAT, NUSA TENGGARA BARAT
- MANAJEMEN PAKAN DAN LAJU PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI INSTALASI BUDIDAYA AIR PAYAU PROBOLINGGO
- SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN DI PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK
Dokumen yang bertautan...- Effect of a demand-curve`s shape on the optimal solutions of a multi-echelon inventory / pricing model.
- Measuring and avoiding the bullwhip effect : A control theoretic approach (European Journal of Operating Research 147, 2003)
- A game-theoritical cooperative mechanism design for a two-echelon decentralized supply chain (European Journal of International 157, 2004)
- Enhanced Supply Chain Management for e-Business Transactions
- Supply chain management survey of Swedish manufacturing firms
Kembali ke Daftar 