Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2024-07-30 10:17:00 • 574 klik
MENGIDENTIFIKASI HASIL JUMLAH KESELURUHAN LOSS KRISTAL TERHADAP RENDEMEN PADA PROSES MSG DI PT. DAESANG INGGREDIENT INDONESIA TAHUN 2024
disusun oleh ANDRYAN RHAMADANI
| Subyek: | MONOSODIUM GLUTAMAT |
| Kata Kunci: | Monosodium glutamat Bahan Baku Pembuatan MSG Loss Crystal |
[ Anotasi Abstrak ]
Pengenalan sejarah tentang industri MSG PT Daesang inggredient Indonesia merupakan perusahaan penanaman modal asing dari Korea Selatan yang berdiri dari tahun 1973 berlokasi pada Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. PT Daesang merupakan anak perusahaan dari Daesang corp, yang merupakan suatu perusahaan fermentasi terbesar di dunia yang terletak pada Korea Selatan. PT Daesang inggredient sendiri merupakan perusahaan yang bergerak sebagai Business to Business. Pada tahun 1976 PT jico agung didirikan dan menjadi pendistribusi bagi PT Daesang inggredient (B2C) bisnis to customer. dan pada tahun 1978 mulai produksi Monosodium glutamat (MSG) secara komersil. Kemudian tahun 2021 terdapat perubahan nama dari PT Miwon Indonesia menjadi PT Daesang inggredient Indonesia (Dwi dan Lokajaya, 2023). PT Daesang tidak hanya dikenal melalui standart kualitas yang tinggi, tetapi juga dapat diterima oleh berbagai komunitas di seluruh belahan dunia dengan berbagai macam persyaratan dan ketentuan. Proses produksi MSG proses produksi MSG melibatkan fermentasi bahan baku seperti molase atau pati oleh bakteri seperti Corynebacterium glutamicum untuk menghasilkan asam glutamate (Christina, 2017). Asam glutamate kemudian diekstraksi, dimurnikan, dan dikristalkan untuk membentuk kristal MSG, kristal MSG kemudian dikeringkan dan dikemas untuk digunakan dalam makanan (Kurnia, Retnaningsih dan Aridinanti, 2013). Didalam proses produksi MSG diperlukan proses rendemen, rendemen itu sendiri adalah istilah yang digunakan untuk mengukur efisiensi atau hasil dari suatu proses atau kegiatan. Secara umum, rendemen mengacu pada perbandingan antara output yang dihasilkan dengan input yang digunakan dalam suatu proses. Ini dapat dinyatakan dalam bentuk persentase atau perbandingan numerik lainnya. Peran penting perhitungan rendemen dalam produksi MSG sangat penting, karena mencerminkan efisiensi dan profitabilitas proses MSG itu sendiri (Triastuti, 2006). Rendemen mengukur jumlah produk akhir yang dihasilkan dibandingkan dengan bahan mentah yang digunakan. Semakin tinggi rendemennya, semakin efisien proses produksinya. dengan meningkatkan rendemen, produsen dapat mengurangi limbah dan biaya produksi, sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, memahami dan meningkatkan rendemen adalah kunci dalam mengoptimalkan produksi MSG (Yonata dkk., 2021). Tantangan dalam produksi MSG meliputi manajemen operasional yang kompleks, kualitas bahan mentah yang bervariasi, serta pemilihan teknologi produksi yang tepat.
| Kontributor | : Dr. Darimiyya Hidayati, S.TP., M.P |
| Tanggal tercipta | : 2024-05-01 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210331100101 |
| No Koleksi | : 210331100101 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-33206-210331100101_Laporan PKL_TIP.pdf - 1836 KB
Dokumen sejenis...
Dokumen yang bertautan...- PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) DI PT AJINOMOTO INDONESIA MOJOKERTO JAWA TIMUR
- MENGIDENTIFIKASI HASIL JUMLAH KESELURUHAN LOSS KRISTAL TERHADAP RENDEMEN PADA PROSES MSG DI PT. DAESANG INGGREDIENT INDONESIA TAHUN 2024
Kembali ke Daftar 