Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh yoga pada 2024-09-04 10:42:18  •  188 klik

EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI UNIT API I (AMERICAN PETROLEUM INSTITUE) DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI
disusun oleh Laili Faizatul Husna

Subyek: PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Kata Kunci: Limbah Cair
Parameter Uji Kualitas Air
Biochemical Oxygen Demand (BOD)
Chemical Oxygen Demand (COD)
Tingkat Keasaman (pH)

[ Anotasi Abstrak ]

Minyak dan gas bumi merupakan kebutuhan vital bagi suatu negara, dan negara bertanggung jawab atas produksi, penyediaan, dan pendistribusian minyak dan gas bumi yang optimal bagi rakyatnya (Muslim dan Haryanto, 2023). Hal ini, dengan adanya industri minyak dan gas bumi juga menyebabkan adanya berbagai macam limbah yang berbahaya, salah satunya limbah cair dari hasil pengolahan minyak bumi. Limbah minyak bumi yang dihasilkan usaha atau kilang minyak, gas, dan panas bumi merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun yang memiliki potensi menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Limbah minyak terdiri atas bermacam-macam senyawa, diantaranya berupa hidrokarbon ringan, hidrokarbon berat, pelumas, dan bahan ikutan dalam hidrokarbon (Shaheen, 1992). Menurut PP No.101 Tahun 2014 pada lampiran 1 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah minyak bumi tergolong kedalam limbah yang berpotensi sebagai limbah B3 dengan kategori bahaya yang berdampak pentinng terhadap lingkungan hidup. Limbah tersebut berupa limbah minyak yang berasal dari proses pengolahan minyak bumi (kilang), maupun kegiatan industry petrokimia yang menghasilkan produk organic dari proses pemecahan fraksi minyak bumi termasuk produk turunan yang dihasilkan langsung dari produk dasarnya. Air limbah yang dihasilkan dapat meningkatkan BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), DO (Dissolved Oxygen),pH, ammonia, kadar sulfida dan phenol yang dapat menyebabkan pencemaran diperairan (Rohmah, 2017) Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang timbul akibat limbah dari hasil pengolahan minyak bumi salah satunya dengan membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang memproses atau mengolah cairan sisa proses produksi pabrik, sehingga cairan dapat dibuang ke lingkungan. Limbah cair dari sumber dialirkan ke bangunan bak tampungan Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui jaringan pipa (Karyadi, 2010). Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat berguna dalam mengurangi zat-zat yang berbahaya yang akan dibuang ke lingkungan. Namun, dalam penggunaannya, air limbah yang telah diproses melalui Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) harus tetap diperhatikan secara berkala sehingga Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat bekerja secara maksimal.

Kontributor: Dr. Indah Wahyuni Abida, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2024-06-13
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210351100030
No Koleksi: 210351100030


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-33919-210351100030-LAPORAN PKL MSP.pdf - 1941 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar