Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh yoga pada 2024-09-05 10:39:03  •  430 klik

ANALISIS MIKROBIOLOGI (Escherichia coli) PADA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus) FILLET BEKU DI PT. MARINDO MAKMUR USAHAJAYA SIDOARJO
disusun oleh ALIEFIA MIFTAKHUL ARDANI

Subyek: IKAN KAKAP MERAH
Kata Kunci: Ikan Kakap Merah Fillet (Lutjanus sanguineus)
Proses Produksi Ikan Fillet Beku
Bakteri Escherichia coli
Identifikasi Morfologi Bakteri Escherichia coli
Klasifikasi dan Patogenitas Escherichia coli
Standar Baku Mutu Escherichia coli

[ Anotasi Abstrak ]

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas perairan lebih besar daripada daratannya sehingga keanekaragaman hayati laut sangat melimpah (Nikawanti, 2021). Prihatiningsih et al. (2017) menjelaskan bahan banyak spesies ikan di perairan Indonesia, termasuk ikan kakap merah yang hidup di berbagai daerah perairan di Indonesia meliputi Laut Jawa, Kepulauan Karimunjawa, Selat Sunda, Selatan Jawa, Selatan dan Barat Kalimantan, Timur Kalimantan, Perairan Sulawesi, Kepulauan Natuna, Kepulauan Lingga dan Kepulauan Riau. Azkia et al. (2015) menegaskan bahwa ikan kakap merah merupakan salah satu produk ekspor dari subsektor perikanan yang permintaannya terus meningkat. Ikan kakap merah memiliki potensi besar sebagai sumberdaya ikan di Indonesia dan menjadi daya tarik bagi para industri untuk melalukan eksploitasi dan ekspor. Menurut data Kelautan dan Perikanan, hasil tangkapan ikan kakap merah pada tahun 2021 mencapai 11.000 (Usman et al., 2014). Azkia et al. (2015), melaporkan bahwa ekspor ikan kakap merah memiliki nilai ekonomis yang signifikan bagi Indonesia. Nilai ekspor tersebut mencakup keuntungan dari penjualan ikan mentah dan olahan seperti fillet, beku, atau segar serta produk turunan seperti makanan laut yang diolah lebih lanjut. Ekspor ikan kakap merah dari Indonesia harus memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan perdagangan internasional, termasuk standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan sertifikasi halal bagi pasar yang membutuhkannya (Chandra et al., 2019). Abdullah Tangke (2021) mendeskripsikan HACCP suatu sebagai sistem menajemen mutu dengan menekankan pada keamanan khususnya untuk pangan yang didasarkan pada pendekatan sistemik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko bahaya selama proses produksi serta dapat menentukan titik-titik pengendalian kritis yang harus dilakukan pengawasan secara ketat. HACCP merupakan konsep yang bertujuan untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan keamanan konsumen berupa kerusakan dan atau kontaminasi mikroorganisme bahan makanan yang dapat menimbulkan penyakit seperti Salmonella, Escherichea coli, dan coliform, kontaminasi mikroorganisme dapat terjadi mulai pada tahap awal, yaitu dari penerimaan bahan baku, penanganan, penyimpanan sampai distribusi.

Kontributor: AB. Chandra, M.SI
Tanggal tercipta: 2024-06-02
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): Pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-210351100009
No Koleksi: 210351100009


Ketentuan (Rights) :
2024

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-33928-210351100009-Laporan PKL MSP.pdf - 2628 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar