Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 200621100112 pada 2025-02-05 12:02:03 • 208 klik
SEMIOTIKA PEIRCE PADA PIRANTI PON-REMPON DALAM TRADISI TORON TANA DI DESA KOMBANGAN KECAMATAN GEGER KABUPATEN BANGKALAN
PEIRCE SEMIOTICS ON PON-REMPON DEVICES IN THE TORON TANA TRADITION IN KOMBANGAN VILLAGE GEGER SUB-DISTRICT, BANGKALAN DISTRICT
disusun oleh IKA RAHMAWATI
| Subyek: | Tradisi slametan toron tana piranti pon-rempon semiotika Charles Sanders Peirce kearifan lokal Madura |
| Kata Kunci: | Tradisi slametan toron tana piranti pon-rempon semiotika Charles Sanders Peirce kearifan lokal Madura |
[ Anotasi Abstrak ]
ABSTRAKrnTradisi toron tana merupakan tradisi slametan yang dilaksanakan oleh keluarga di Madura, khususnya di Desa Kombangan, untuk merayakan usia tujuh bulan kelahiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap jenis piranti pon rempon dan menjelaskan makna apa saja yang ada pada tradisi toron tana dengan menggunakan kajian semiotika oleh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini berfokus pada analisis semiotika dalam sastra lisan sebagai objek penelitian. Teori semiotika digunakan untuk menggali dan memahami makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi toron tana, serta untuk menghubungkannya dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Desa Kombangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi toron tana di Desa Kombangan merupakan sebuah tradisi lisan yang masih dijaga kelestariannya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam prosesi slametan ini memiliki beberapa tahapan penting, yaitu tahap persiapan seperti menentukan waktu dan persiapan pon-rempon yang digunakan, tahap inti yang berupa pelaksanaan tradisi toron tana, dan penutup berupa anak yang dibiarkan bermain-main di tanah. Berdasarkan pada analisis semiotik diketahui bahwa tradisi ini terdapat tiga pemaknaan yaitu, representamen, object, dan interpretant yang ada pada pon-rempon yang digunakan dalam slametan tersebut. Berdasarkan proses pemaknaan ini diperoleh hasil berbagai jenis piranti dan makna yang mendalam terkait piranti yang digunakan serta berdasar pada hasil wawancara dari narasumber. Pemaknaan tersebut dipercaya masyarakat sebagai bentuk harapan baik orang tua terhadap kehidupan anaknya kelak yang dilakukan melalui tradisi slametan toron tana.
Deskripsi Lain
ABSTRACTrnThe toron tana tradition is a slametan tradition carried out by families in Madura, especially in Kombangan Village, to celebrate the age of seven months of a child's birth. This study aims to reveal the types of pon rempon tools and explain what meanings are in the toron tana tradition using semiotic studies by Charles Sanders Peirce. This research focuses on semiotic analysis in oral literature the object of research. Semiotic theory is used to explore and understand the meaning of the symbols contained in the toron tana tradition, and to connect them with the social and cultural context of the Kombangan Village community. The method used in this research is qualitative method. The data collection techniques used are observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. The results showed that the toron tana tradition in Kombangan Village is an oral tradition that is still being preserved. The things that must be considered in this slametan procession have several important stages, namely the preparation stage such determining the time and preparation of the pon-rempon used, the core stage in the form of the implementation of the toron tana tradition, and the closing in the form of children who are left to play on the ground. Based on the semiotic analysis, it is known that this tradition has three meanings, namely, the representamen, object, and interpretant that exist in the pon-rempon used in the slametan. Based on this meaning process, the results of various types of tools and deep meanings related to the tools used and based on the results of interviews from sources. The meaning is believed by the community a form of parents' good wishes for their children's future lives carried out through the toron tana slametan tradition.
| Kontributor | : Arief Setyawan, S.Pd., M.Pd. |
| Tanggal tercipta | : 2025-01-17 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169 |
| No Koleksi | : 200621100112 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Abstract.pdf - 51 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Cover.pdf - 925 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter1.pdf - 191 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter2.pdf - 258 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter3.pdf - 76 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Chapter4.pdf - 1099 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Conclusion.pdf - 51 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-References.pdf - 169 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-35169-Appendices.pdf - 475 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...Tidak ada !
Kembali ke Daftar 