Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-04-22 16:48:23 • 307 klik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
disusun oleh Indriyani; Mario Hod Mangaraja Sihotang
| Subyek: | PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN |
| Kata Kunci: | Petani Desa Dempo Pertanian Ramah Lingkungan Pupuk Ramah lingkungan |
[ Anotasi Abstrak ]
Desa Dempo Timur merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Desa Dempo Timur terdiri dari 9 dusun yakni Dusun Baruh, Beringan, Duko, Duwa’pote, Kaljan, Mujang, Pajagungan Atas, Pajangungan Bawah, dan Pancor. Menurut data dari statistika letak geografis Desa Dempo Timur berada pada rentang koordinat lintang -6.91804 dengan bentang wilayah pegunungan dan perbukitan. Desa Dempo Timur termasuk daerah yang beriklim tropis, dimana terdapat sumber daya alam yang melimpah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk melakukan aktivitas ekonomi berupa pertanian, perkebunan, peternakan dan perdagangan. Luas wilayah Desa Dempo Timur yaitu ± 8.247,219 ha 82,473 km2 dengan jumlah total penduduk mencapai 4.940 jiwa yang sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas yang banyak ditanam di Desa Dempo Timur adalah bawang merah, tembakau, padi, jagung, kelapa, dan sayur mayur untuk menunjang perekonomian. Petani di Desa Dempo Timur menghadapi beberapa kendala dalam proses budidaya tanaman antara lain, ketergantungan tinggi pada pupuk kimia, kelangkaan pupuk menjelang musim tanam, harga pupuk yang mahal, serangan hama yang sulit dikendalikan, keterbatasan sumber air, serta rendahnya pemanfaatan bahan organik dan limbah pertanian. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, seperti urea, rata-rata mencapai 300–600 kg per hektar, jauh melebihi rekomendasi Kementerian Pertanian yang hanya 200–250 kg per hektar, hal ini menyebabkan penurunan kualitas kesuburan tanah secara biologis, fisik, dan kimia, serta berpotensi mengurangi produktivitas lahan (Fadilah et al., 2020). Efek penggunaan pupuk kimia yang berlebih yaitu, dapat menjadikan tanah semakin keras, selain keras tanah juga tidak mampu menyimpan air sehingga tanah akan cepat bersifat asam yang dapat menyebabkan mikroorganisme dan hewan tanah akan mati, akibatnya tanah tidak dapat membuat makanan atau unsur haranya sendiri yang menyebabkan keseimbangan unsur hara dalam tanah terganggu (Qomariah dan Mawardi, 2024)
| Kontributor | : Dr. Ir. Gita Pawana, M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2025-01-20 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220311100025 |
| No Koleksi | : 220311100025 |
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-35505-Laporan PKL.pdf - 3458 KB
Dokumen sejenis...- LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
- LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
Dokumen yang bertautan...- LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
- PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
- LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
Kembali ke Daftar 