Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-05-19 10:36:08 • 152 klik
LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM MAGANG INDUSTRI PT. MANGLI DJAYA RAYA : PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BERBASIS PESTISIDA SINTETIK PADA BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU VARIETAS JAVANO DI PETANI MITRA PT. MANGLI DJAYA RAYA JEMBER
disusun oleh YOSAFAT PETRA PRATAMA PUTRANTO
| Subyek: | TEMBAKAU PENGEDALIAN HAMA DAN PENYAKIT |
| Kata Kunci: | hama dan penyakit tembakau pestisida sintetik teknik budidaya |
[ Anotasi Abstrak ]
PT. Mangli Djaya Raya Jember merupakan pemasok tembakau jenis Na-Oogst yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan rokok cerutu meliputi pembalut, bahan pengikat, serta pengisi. Keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas yang dapat menurunkan mutu dan merusak daun tembakau. Pestisida merupakan salah satu bahan aktif yang memiliki sifat beracun yang dapat digunakan untuk mengendalikan OPT meliputi serangga, gulma, patogen dan jasad pengganggu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, dosis dan frekuensi pengaplikasian pestisida pada tanaman tembakau serta meningkatkan kemampuan analisa mahasiswa terhadap kondisi tanaman tembakau yang terserang hama dan penyakit. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil yang diperoleh jenis pestisida yang digunakan meliputi insektisida dan fungisida. Insektisida ini meliputi rizotin (dosis 1 ml/l) aplikasi umur 3 dan 7 HST, confidor (dosis 0,25 ml/l) aplikasi 13 dan 23 HST, demolish (dosis 0,5 ml/l) aplikasi 16 HST, lambeta (dosis 2 ml/l) aplikasi 40 dan 70 HST, pinamec (dosis 2 ml/l) aplikasi 40 HST dan pegasus (dosis 0,3 ml/l) aplikasi 75 HST. Sedangkan fungisida yang digunakan meliputi ridomil gold (dosis 0,25 ml/l) aplikasi sebelum tanam, antracol (dosis 2 g/l) aplikasi 25 dan 39 HST, score (dosis 0,5 ml/l) aplikasi 30 HST, topsin (dosis 0,75 g/l) aplikasi 35 HST, folicur gold (dosis 2 ml/l) aplikasi 50 HST dan manzate (dosis 2 g/l) aplikasi 70 HST. Selanjutnya hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyakit yang mendominasi di lahan petani mitra pada umur 55 HST yaitu penyakit Cucumber Mozaic Virus (CMV) dengan tingkat insidensi mencapai 20% dan keparahan penyakit mencapai 15%, sementara itu insektisida yang efektif menekan populasi hama Thrips sp. adalah Demolish 18 EC dengan nilai efektivitas 66%.
| Kontributor | : Ir. Achmad Djunaedy, MP |
| Tanggal tercipta | : 2025-01-10 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220311100006 |
| No Koleksi | : 220311100006 |
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-35641-220311100006-Laporan PKL.pdf - 3375 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) METODE RAKIT APUNG DIDESA SASIEL PULAU KANGEAN
- PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KANDUNGAN ISOFLAVON PADA DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)
- TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuna sativa L.) DI CV. TANI ORGANIK MERAPI YOGYAKARTA
- TEKNIK BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonium L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK
- TEKNIK BUDIDAYA LEMON MONTAJI(Citrus limon L.) DI UD SABILA FARM, YOGYAKARTA
Kembali ke Daftar 