Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-05-19 12:19:28 • 149 klik
PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PTPN I REGIONAL 5 KEBUN WONOSARI MALANG
disusun oleh MARSA RAHMA ADELIA
| Subyek: | TANAMAN TEH |
| Kata Kunci: | Tanaman Teh Gulma Pengendalian Gulma Herbisida |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat di Indonesia, seperti menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai sumber pendapatan bagi petani, menambah devisa bagi negara dan dapat mendorong pengembangan suatu wilayah (Fauziah et al., 2018). Pihak perkebunan mampu menarik tenaga kerja yang relatif tinggi dengan tanaman teh sehingga dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian di masyarakat dan memberikan penghidupan bagi banyak orang. Selain itu, adanya perkebunan teh juga dapat membantu sumber pendapatan devisa negara dari hasil sub sektor perkebunan. Salah satu perkebunan teh yang ada di Indonesia adalah PT. Perkebunan Nusantara I Regional 5 Kebun Wonosari yang mengelola perkebunan dan hasil komoditas teh. Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang berasal dari daerah subtropis, karena itu di Indonesia lebih cocok ditanam pada daerah pegunungan. Iklim dan tanah merupakan lingkungan fisik yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman teh. Penghasil teh terbesar di Indonesia berada di daerah Jawa Barat yang mampu menghasilkan hingga 70% dari total produksi teh nasional. Namun, industri dan nasional saat ini banyak mengalami kendala yang diantara-Nya seperti produktivitas kebun teh yang relatif rendah, penurunan luas pada areal perkebunan teh, serta mutu teh yang belum dapat memenuhi standar di internasional (Hindersah et al., 2016). Besarnya kontribusi ditinjau pada luasan teh oleh masing-masing kelompok perusahaan. Pada sebagian besar luas areal teh di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2017 berasal dari Perkebunan Rakyat (PR), yaitu sebesar 45,52%, sedangkan pada Perusahaan Besar Negara (PBN) hanya berkontribusi sebesar 30,47% dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) sebesar 24,01%. Selama periode 2017-2021 diperkirakan rata-rata penurunan produksi teh sebesar 0,78% per tahun (Anjarsari et al., 2020).
| Kontributor | : Ir. H Suhartono, MP. |
| Tanggal tercipta | : 2025-01-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-210311100010 |
| No Koleksi | : 210311100010 |
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-35650-210311100010-Laporan PKL.pdf - 3739 KB
Dokumen sejenis...
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.)
- PENGARUH PENYIANGAN TERHADAP INDEKS NILAI PENTING SPESIES GULMA YANG TUMBUH PADA AREAL KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.)
- PENGARUH APLIKASI BENOMIL TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum f.sp.) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)
- PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN FREKUENSI PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS LOKAL MADURA
- RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina Linn.) AKIBAT PEMBERIAN ZPT 2,4-D ASAL HERBISIDA PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA
Kembali ke Daftar 