Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-05-19 12:28:16 • 141 klik
LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
disusun oleh Nurul Aisyah
| Subyek: | PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN |
| Kata Kunci: | Pertanian Pupuk ekonomi masyarakat |
[ Anotasi Abstrak ]
Desa Dempo Timur merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan yang berbatasan dengan Kabupaten Sumenep. Desa Dempo Timur berada diwilayah perbukitan atau pegunungan yang terdiri dari 9 dusun yakni dusun Baruh, Beringan, Duko, Duwa’pote, Kaljan, Mujang, Pajagungan Atas, Pajangungan Bawah, Dan Pancor. Menurut data dari statistika letak geografis Desa Dempo Timur berada pada rentang koordinat lintang -6.91804 dengan bentang wilayah pegunungan dan perbukitan. Wilayah Desa Dempo Timur yang termasuk perbukitan dan beriklim tropis dengan di dukung sumberdaya yang melimpah menjadikan masyarakat memanfaatkan lahan untuk melakukan aktifitas ekonomi berupa pertanian, perkebunan, peternakan dan perdagangan. Desa Dempo Timur memiliki luas wilayah ± 8.247,219 ha 82,473 km2 dengan jumlah Total Penduduk mencapai 4.940 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu komoditi yang dikembangkan di desa dempo timur adalah komoditas bawang merah, tembakau, padi, jagung, kelapa, dan sayur mayur untuk menunjang perekonomian. Meskipun memiliki potensi alam yang melimpah, para petani di Desa Dempo Timur menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketergantungan tinggi pada pupuk kimia, kelangkaan pupuk menjelang musim tanam, harga pupuk yang mahal, serangan hama yang sulit dikendalikan, keterbatasan sumber air, serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, seperti urea, rata-rata mencapai 300–600 kg per 30 hektar, jauh melebihi rekomendasi Kementerian Pertanian yang hanya 200–250 kg per hektar. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas kesuburan tanah secara biologis, fisik, dan kimia, serta berpotensi mengurangi produktivitas lahan (Fadilah et al., 2020). Kondisi ini diperburuk oleh ketidakseimbangan unsur hara akibat penggunaan pupuk sintetik dalam dosis tinggi, yang menyebabkan defisiensi nutrisi penting seperti seng (Zn) dan tembaga (Cu). Dampaknya, kesuburan tanah menurun secara bertahap, mengancam keberlanjutan praktik pertanian di desa tersebut.
| Kontributor | : Erick Yuhardi, SP., M.P |
| Tanggal tercipta | : 2024-12-31 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220311100026 |
| No Koleksi | : 220311100026 |
Ketentuan (Rights) :
2024
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-35652-220311100026-Laporan PKL.pdf - 4376 KB
Dokumen sejenis...- LAPORAN AKHIR KEGIATAN MBKM KKN-T DESA DEMPO TIMUR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
- PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DESA DEMPO TIMUR MELALUI KETERAMPILAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN
Dokumen yang bertautan...- Prinsip-prinsip utama cara menyukseskan produksi pertanian : dasar-Dasar budidaya pertanian
- Teknik aplikasi pertisida pertanian
- Pengantar ekonomi pertanian
- Pemasarn pertanian
- Mesin-mesin pertanian
Kembali ke Daftar 