Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-06-10 15:54:55 • 386 klik
PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI PT. PETRONIKA GRESIK
disusun oleh Eka Putri Febianawati
| Subyek: | PENGOLAHAN - LIMBAH CAIR |
| Kata Kunci: | Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL Sistem Pengolahan Air Limbah IPAL Menggunakan Metode Adsorpsi Karbon Aktif Parameter Kualitas Air Limbah |
[ Anotasi Abstrak ]
Industri berperan penting dalam kemajuan pembangunan ekonomi negara, perkembangan industri di Indonesia kini telah memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Perkembangan industri juga memberikan dampak pada lingkungan akibat buangan limbah dalam pengembangan industri. Proses industrialisasi dan pembangunan industri merupakan jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih berkualitas. Industrial tidak jauh dari usaha untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia dan kemampuan memanfaatkan sumberdaya yang lain secara optimal. Kegiatan industri berpotensi untuk menghasilkan limbah, baik limbah cair, padat, maupun gas. Sumber pencemar dan bahan pencemar ini apabila tidak ditangani dengan baik maka dapat merugikan pelaksanaan terhadap lingkungan, sehingga diperlukan suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), limbah yang dibuang ke lingkungan dapat memenuhi persyaratan baku mutu sebagai pengendalian terhadap pencemaran lingkungan (Damayanti et al., 2004). Gresik merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai salah satu kota industri terbesar di Jawa Timur, mulai dari industri kecil hingga industri besar berdiri di atas wilayah yang cukup padat penduduk ini (Triyono dan Wahyudi, 2008). Gresik sebagai kota industri memiliki berbagai fasilitas dan infrastruktur yang mendukung kegiatan industri, seperti pelabuhan, bandara, dan jaringan jalan yang luas. Kota ini juga memiliki beberapa kawasan industri, seperti Kawasan Industri Gresik, Kawasan Industri Manyar, dan Kawasan Industri Wringinanom. Adapun berbagai industri yang beroperasi di Gresik, antara lain industri semen, industri kimia, industri tekstil, serta industri makanan dan minuman. Sejarah mencatat bahwa pendirian industri modern pertama kali di Kabupaten Gresik dimulai sejak tahun 1953 dengan berdirinya PT. Semen Gresik, kemudian dilanjutkan pada tahun 1972 yaitu didirikannya PT. Petrokimia Gresik. Industri Gresik menjadi berkembang setelah kehadirannya dua industri besar tersebut, sehingga menjadikan Gresik sebagai kota industri terbesar hingga saat ini (Geraldy, 2017). PT. Petronika adalah salah satu perusahaan yang berkembang di Kabupaten Gresik dan bergerak di bidang manufaktur kimia. PT. Petronika ini merupakan anak perusahaan dari PT. Petrokimia Gresik. Produk utama yang dihasilkan 2 adalah DOP (Dioctyl Phthalate), yaitu bahan pelentur plastik (plasticizer). Industri ini sebagian besar menghasilkan limbah cair, yang dimana limbah cair sudah menjadi permasalahan di lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perairan. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkan industri sebelum dibuang ke badan air. Pengelolaan limbah cair bertujuan untuk menghilangkan atau menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung di dalamnya. Pengelolaan limbah di PT. Petronika Gresik dikelola pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan beberapa proses. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PT. Petronika Gresik digunakan untuk proses pengolahan air limbah secara fisika dan kimia dengan memanfaatkan proses pemanasan dan adsorbsi karbon aktif (Rozi, 2018) . Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat berpengaruh dalam proses pengolahan air limbah menjadi air buangan yang aman bagi lingkungan khususnya perairan dan dapat dimanfaatkan kembali dalam aktifitas lainnya. Pada perlakuan ini mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan dapat ikut ambil bagian untuk mengelola air limbah, sehingga kegiatan Praktik Kerja Lapang ini mampu membantu mahasiswa untuk mengetahui pengolahan limbah cair industri di PT. Petronika Gresik agar kualitas perairan disekitarnya akan tetap terjaga sesuai standar baku mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan Praktik Kerja Lapang ini bertujuan untuk menganalisis tahapan proses Instalasi Pengolahan air Limbah (IPAL) pada limbah cair industri di PT. Petronika Gresik. Proses pengolahan air limbah di PT. Petronika Gresik menggunakan standar baku mutu yang mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pedoman Kualitas Air Limbah Industri.
| Kontributor | : Fitria Hersiana Afifa, S.Pi., M.Pi |
| Tanggal tercipta | : 2025-05-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220351100011 |
| No Koleksi | : 220351100011 |
Sumber :
Universitas Trunojoyo Madura
Relasi/Tautan:
PT Petrokimia Gresik
Cakupan (Coverage) :
Limbah
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-35815-220351100011-Laporan PKL.pdf - 4944 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Biokimia
- RESPON PERTUMBUHAN AWAL KUNYIT PUTIH(Curcuma zedoaria) TERHADAP PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK
- Analisis Indikator Pencemaran Kimia Di Perairan Teluk Lamong
- PENGARUH PENAMBAHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN GULA TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SELAI FUNGSIONAL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia)
- Kajian Parameter Fisika Dan Kimia Serta Sebaran Nitrat Di Perairan Socah-Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura
Kembali ke Daftar 