Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh yoga pada 2025-07-01 16:44:24  •  150 klik

ANALISIS MUTU IKAN SWANGGI, BELOSO, DAN BIJI NANGKA HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG
QUALITY ANALYSIS OF SWANGGI, BELOSO, AND JACKFISH SEEDS CATCHED BY FISHERMEN AT THE INDONESIAN ARCHIPELAGO FISHERIES PORT (PPN) BRONDONG

disusun oleh WAKHIDATUN NAFISYAH ALJAMILAH


Subyek: PERIKANAN
IKAN -- KUALITAS
FORMALIN
Kata Kunci: Ikan Swanggi
Ikan Beloso
Ikan Biji Nangka
Uji Organoleptik
Formalin
PPN Brondong
Mutu Ikan

[ Anotasi Abstrak ]

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong merupakan pusat kegiatan perikanan yang penting di Lamongan, di mana ikan menjadi komoditas utama yang rentan mengalami penurunan mutu. Isu penyalahgunaan bahan kimia berbahaya seperti formalin untuk pengawetan menjadi perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu tiga jenis ikan yang dominan ditangkap, yaitu ikan swanggi (Priacanthus tayenus), beloso (Saurida tumbil), dan biji nangka (Upenus mullocensin), melalui uji sensori atau organoleptik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya kandungan formaldehida pada ketiga jenis ikan tersebut. Metode yang digunakan adalah Praktik Kerja Lapang (PKL) dengan pengambilan data primer melalui uji organoleptik yang mengacu pada SNI 2729:2021 dan uji kualitatif formalin menggunakan Marck Testkit Formaldehyde. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa ketiga jenis ikan belum memenuhi standar mutu minimum (nilai 7,0) sebagai "ikan segar" menurut SNI, dengan nilai rata-rata untuk ikan swanggi 6,1, ikan beloso 6,3, dan ikan biji nangka 6,6. Hasil uji formalin menunjukkan ikan swanggi dan biji nangka negatif (0), sedangkan ikan beloso terdeteksi mengandung formalin alami dengan kadar 0,10 >1,5 mg/l. Disimpulkan bahwa mutu ketiga jenis ikan secara organoleptik telah menurun, dan kandungan formalin alami pada ikan beloso masih dalam batas aman untuk dikonsumsi menurut standar


Deskripsi Lain

The Nusantara Fishery Port (PPN) Brondong is a vital center for fishery activities in Lamongan, where fish is a primary commodity prone to quality degradation. The issue of misusing hazardous chemicals formalin for preservation is a serious concern. This study aimed to analyze the quality characteristics of three predominantly caught fish species: Swanggi fish (Priacanthus tayenus), Beloso fish (Saurida tumbil), and Biji Nangka fish (Upenus mullocensin), through sensory organoleptic testing. Additionally, this research aimed to identify the presence absence of formaldehyde content in these three fish species. The method involved a Field Work Practice (PKL) with primary data collection through organoleptic tests based on SNI 2729:2021 and qualitative formaldehyde tests using the Marck Testkit Formaldehyde. The organoleptic test results indicated that all three fish species did not meet the minimum quality standard (score 7.0) for "fresh fish" according to SNI, with average scores of 6.1 for Swanggi fish, 6.3 for Beloso fish, and 6.6 for Biji Nangka fish. The formaldehyde test results showed that Swanggi and Biji Nangka fish were negative (0), whereas Beloso fish were found to contain natural formaldehyde at a concentration of 0.10 >1.5 mg/l. It was concluded that the organoleptic quality of the three fish species had declined, and the natural formaldehyde content in Beloso fish was still within the safe for consumption according to the

Kontributor: Jihannuma Adibiah Nurdini, S.T., M.T
Tanggal tercipta: 2025-06-24
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-220341100085
No Koleksi: 220341100085


Sumber :
Universitas Trunojoyo Madura

Ketentuan (Rights) :
2025

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-36184-220341100085-Laporan PKL.pdf - 5698 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar