Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh yoga pada 2025-07-02 16:28:43  •  209 klik

BUDIDAYA KAILAN (Brassica oleracea var Alboglabra) SECARA ORGANIK DI L’S FARM TRAWAS MOJOKERTO
ORGANIC CULTIVATION OF KAILAN (Brassica oleracea var Alboglabra) AT L’S FARM TRAWAS MOJOKERTO

disusun oleh NIKEN SELSA ANNISA’


Subyek: BUDIDAYA KAILAN ORGANIK
PERTANIAN ORGANIK
PRAKTIK KERJA LAPANG
Kata Kunci: Kailan Organik
Brassica oleracea var. Alboglabra
Pertanian Organik
L`S Farm
Praktik Kerja Lapang
Budidaya Tanaman
Pascapanen
Pengendalian Hama Organik

[ Anotasi Abstrak ]

Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, dengan fokus pada budidaya kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) secara organik di LS Farm Trawas Mojokerto. Kegiatan PKL ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan langsung kepada mahasiswa dalam budidaya tanaman hortikultura, khususnya kailan, yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan tinggi, serta untuk mengaplikasikan teori perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Pertanian organik menjadi pilihan di LS Farm karena mampu menghasilkan produk yang aman, sehat, bergizi, bebas pestisida, dan ramah lingkungan, sejalan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk organik. Metode pelaksanaan PKL meliputi observasi langsung dan keterlibatan aktif dalam seluruh tahapan budidaya kailan. Tahapan tersebut mencakup persiapan media tanam menggunakan campuran tanah, kompos sekam padi, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 di dalam polybag berukuran 35 x 17,5 cm. Penyemaian benih dilakukan di tray dan bibit dipindah tanam ke polybag pada usia 2 minggu setelah semai. Perawatan tanaman meliputi penyiraman setiap dua hari sekali, penyiangan gulma secara manual, dan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dari fermentasi tanaman paitan seminggu sekali. Pengendalian hama dilakukan secara alami dengan membasmi kutu daun (Myzus persicae) dan ulat grayak (Spodoptera litura F) secara manual tanpa pestisida kimia. Proses panen kailan dilakukan pada umur 6 minggu setelah tanam, dengan ciri-ciri tinggi tanaman 20-25 cm, batang mengeras, dan daun hijau tua. Pascapanen meliputi pencucian, sortasi untuk memisahkan daun rusak, penimbangan 250 gram per ikat, pengikatan, dan pengemasan menggunakan plastik bening. Kailan yang dipanen didistribusikan ke pelanggan dan supermarket di Surabaya, Batu, dan Mojokerto dengan harga Rp7.000 per 200g, menargetkan pasar menengah ke atas yang peduli kualitas organik. Laporan ini menyimpulkan bahwa LS Farm berhasil menerapkan prinsip pertanian organik dengan manajemen operasional yang efektif, menghasilkan produk berkualitas tinggi, dan menunjukkan keuntungan yang stabil, dengan persentase keuntungan 23,08% pada Januari 2025. Kegiatan PKL ini memberikan pengalaman berharga dalam budidaya kailan organik dan kontribusi positif terhadap keberlanjutan pertanian.


Deskripsi Lain

This Field Work Practice (PKL) was conducted a prerequisite for obtaining a Bachelors degree (S1) in Agroecotechnology, Faculty of Agriculture, Trunojoyo Madura University, focusing on the organic cultivation of kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) at LS Farm Trawas Mojokerto. The PKL activity aimed to provide students with direct experience and skills in horticultural crop cultivation, especially kailan, which has high economic and health value, and to apply theoretical knowledge gained in lectures to practical field work. LS Farm adopts organic farming practices due to its ability to produce safe, healthy, nutritious, pesticide-free, and environmentally friendly products, aligning with increasing public awareness of organic produce. The implementation method of this PKL involved direct observation and active participation in all stages of kailan cultivation. These stages included preparing the planting media using a 1:1 mixture of soil, rice husk compost, and farmyard manure in polybags measuring 35 x 17.5 cm. Seedlings were germinated in trays and transplanted to polybags at 2 weeks after sowing. Plant care routines comprised watering every two days, manual weeding, and applying Liquid Organic Fertilizer (POC) derived from fermented paitan plants once a week. Pest control was carried out naturally by manually eliminating peach aphid (Myzus persicae) and armyworm (Spodoptera litura F) without any chemical pesticides. Kailan harvesting was performed at 6 weeks after planting, when the plants reached a height of 20-25 cm, with hardened stems and dark green leaves. Post-harvest activities included washing, sorting to remove damaged leaves, weighing 250 grams per bundle, bundling, and packaging in clear plastic. The harvested kailan was distributed to customers and supermarkets in Surabaya, Batu, and Mojokerto, priced at IDR 7,000 per 200g, targeting the middle-to-upper class market segment valuing organic quality. This report concludes that LS Farm successfully implements organic farming principles with effective operational management, produces high-quality products, and demonstrates stable profitability, with a 23.08% profit margin in January 2025. This PKL provided valuable experience in organic kailan cultivation and positively contributes to agricultural sustainability.

Kontributor: Dr. Ir Gita Pawana, M.Si.
Tanggal tercipta: 2025-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-220311100010
No Koleksi: 220311100010


Sumber :
Universitas Trunojoyo Madura

Ketentuan (Rights) :
2025

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-36243-220311100010-Laporan PKL.pdf - 5227 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar