Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh yoga pada 2025-11-26 18:26:04  •  191 klik

BUDIDAYA CABAI BESAR KERITING (Capsicum annuum L.) UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
CULTIVATION OF LARGE CURLY CHILI (Capsicum annuum L.) FOR SEED PRODUCTION AT CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA

disusun oleh ROYHAN ABDILLAH


Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
PRODUKSI BENIH
Kata Kunci: Cabai Besar Keriting
Capsicum annuum L.
Produksi Benih
Teknologi Benih
Horticulture

[ Anotasi Abstrak ]

Sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar, dengan komoditas hortikultura seperti cabai besar keriting (Capsicum annuum L.) memegang peranan penting. Cabai tidak hanya bernilai ekonomi tinggi sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku esensial dalam produksi benih unggul. Ketersediaan benih cabai berkualitas, dengan tingkat kemurnian genetik dan daya kecambah yang tinggi, sangat menentukan keberhasilan budidaya di tingkat petani. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Budidaya Cabai Besar Keriting (Capsicum annuum L.) untuk Produksi Benih di CV. Wonosari Horticulture Indonesia". Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk memahami dan mendokumentasikan secara rinci seluruh rangkaian kegiatan budidaya cabai besar keriting yang difokuskan pada tujuan produksi benih, yang mencakup teknik pemeliharaan, manajemen hama dan penyakit, serta tahapan spesifik pemanenan dan ekstraksi benih. Kegiatan ini dilaksanakan di CV. Wonosari Horticulture Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang hortikultura dan pemuliaan tanaman, pada tahun 2025. Metode budidaya yang diterapkan adalah intensif dengan manajemen tanaman yang ketat, dimulai dari pembibitan, penyiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan yang meliputi pengairan, pemupukan, dan pengendalian gulma. Fokus utama dalam budidaya benih adalah menjaga kemurnian genetik dan kesehatan buah. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu, melibatkan penggunaan pestisida nabati dan kimiawi, serta praktik sanitasi yang baik untuk meminimalkan kerugian hasil panen yang signifikan. Tahap kunci yang membedakan budidaya konsumsi dan benih adalah pemanenan: buah dipanen pada tingkat kematangan optimal (merah penuh) untuk memaksimalkan daya kecambah benih. Setelah panen, proses pascapanen benih meliputi ekstraksi biji, pencucian (untuk menghilangkan lendir), fermentasi singkat, dan pengeringan hingga kadar air mencapai standar penyimpanan yang aman. Seluruh tahapan ini menunjukkan bahwa budidaya tanaman untuk benih memerlukan tingkat presisi dan manajemen kualitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan budidaya untuk buah konsumsi.


Deskripsi Lain

The Indonesian agricultural sector holds immense potential, with horticultural commodities such curly large chili (Capsicum annuum L.) playing a significant role. Chili is not only high in economic value a consumption commodity but also an essential raw material in the production of superior seed production. The availability of high-quality chili seeds, characterized by high genetic purity and germination rates, is crucial for farming success at the grower level. This Field Work Practice (PKL) report is titled "Cultivation of Curly Large Chili (Capsicum annuum L.) for Seed Production at CV. Wonosari Horticulture Indonesia". The primary objective of this PKL was to understand and document in detail the entire process of curly large chili cultivation focused specifically on seed production goals, encompassing cultivation techniques, pest and disease management, and the specialized stages of harvesting and seed extraction. This activity was conducted at CV. Wonosari Horticulture Indonesia, a company engaged in horticulture and plant breeding, in 2025. The cultivation method implemented was intensive with strict crop management, starting from nursery, land preparation, planting, and maintenance, which includes irrigation, fertilization, and weed control. The main focus in seed cultivation is to maintain the genetic purity and health of the fruit. Pest and disease control is carried out in an integrated manner, involving the use of both botanical and chemical pesticides, along with good sanitation practices to minimize significant yield loss. The key stage differentiating consumption and seed cultivation is harvesting: the fruits are harvested at optimal maturity (full red) to maximize seed viability. Following harvest, the seed post-harvest process involves seed extraction, washing (to remove mucus), brief fermentation, and drying until the moisture content reaches safe storage standards. All these stages demonstrate that plant cultivation for seed purposes requires a significantly higher level of precision and quality management compared to cultivation for consumption fruit.

Kontributor: Dyah Ayu Sulistyo Rini, S.Kel., M.T.
Tanggal tercipta: 2025-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-220311100107
No Koleksi: 220311100107


Ketentuan (Rights) :
2025

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-38428-220311100107-Laporan PKL.pdf - 7309 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar