Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Senin , 02 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh yoga pada 2025-11-26 18:28:34 • 172 klik
PENERAPAN SANITASI INDUSTRI SUSU PASTEURISASI DI KPSP SETIA KAWAN PASURUAN
IMPLEMENTATION OF PASTEURISED MILK INDUSTRY SANITATION AT KPSP SETIA KAWAN PASURUAN
disusun oleh MIRIYANI
| Subyek: | SANITASI INDUSTRI SUSU |
| Kata Kunci: | Sanitasi Susu Pasteurisasi KPSP Setia Kawan SSOP Kualitas Air |
[ Anotasi Abstrak ]
Industri pengolahan susu, khususnya susu pasteurisasi, memegang peranan krusial dalam menyediakan produk pangan yang aman dan bermutu tinggi kepada masyarakat. Kualitas dan umur simpan susu sangat bergantung pada penanganan, pengolahan, pengawetan, dan penyimpanan yang optimal, di mana praktik sanitasi menjadi fondasi utama. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Penerapan Sanitasi Industri Susu Pasteurisasi di KPSP Setia Kawan Pasuruan". Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis secara langsung pelaksanaan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dalam proses produksi susu pasteurisasi di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Pasuruan. Proses produksi di KPSP Setia Kawan telah memisahkan ruang produksi mulai dari penerimaan bahan baku, pengecekan kualitas susu, hingga tahap pengolahan dan distribusi. Aspek penting dari sanitasi yang diamati meliputi keamanan air, yang wajib memenuhi standar air minum, yaitu bebas dari bakteri, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak keruh, untuk mengolah pangan. Selain itu, pembersihan peralatan seperti Bulk Milk Cooler dan Milk Storage Tank dilakukan secara rutin dua kali sehari, pada pagi dan malam hari. Hasil temuan PKL menunjukkan bahwa penerapan SSOP di KPSP Setia Kawan masih belum sepenuhnya diterapkan dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini terlihat dari kurang efektifnya pengawasan di setiap ruangan yang menyebabkan beberapa karyawan, terutama pada saat proses produksi, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, seperti tidak menggunakan masker. Selain itu, pemasangan pest control (perangkap lalat, nyamuk, kecoa) juga direkomendasikan untuk mencegah kontaminasi dari serangga di ruang produksi. Peningkatan pengawasan dan pelatihan karyawan menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Deskripsi Lain
The dairy processing industry, especially for pasteurized milk, plays a crucial role in providing the public with safe and high-quality food products. The quality and shelf life of milk are highly dependent on optimal handling, processing, preservation, and storage, where sanitation practices are the core foundation. This Field Work Practice (PKL) report is titled "Application of Sanitation in the Pasteurized Milk Industry at KPSP Setia Kawan Pasuruan". The objective of this report is to directly assess and analyze the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) in the pasteurized milk production process at the Dairy Cattle Cooperative (KPSP) Setia Kawan Pasuruan. The production process at KPSP Setia Kawan involves separate production areas, from raw material reception and milk quality checking to processing and distribution. Key aspects of sanitation observed include water safety, which must comply with drinking water quality standards, meaning it must be free from bacteria, colorless, odorless, and clear, for food processing. Furthermore, the cleaning of equipment such the Bulk Milk Cooler and Milk Storage Tank is carried out routinely twice daily, in the morning and evening. The findings from this PKL indicate that the implementation of SSOP at KPSP Setia Kawan is still not fully compliant with the established standards. This is evidenced by the ineffective supervision in each room, leading to some employees, particularly during the production process, not fully using Personal Protective Equipment (APD), such not wearing masks. Additionally, the installation of pest control (traps for flies, mosquitoes, cockroaches) is recommended to prevent contamination from insects in the production areas. Enhancing supervision and employee training are vital steps to create a safe and productive working environment.
| Kontributor | : Dr. Millatul Ulya, S.TP, M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2025-05-22 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-220331100017 |
| No Koleksi | : 220331100017 |
Ketentuan (Rights) :
2025
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-38431-220331100017-Laporan PKL.pdf - 1731 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- KAJIAN KEAMANAN PANGAN PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
- ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT PADA IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN BANGKALAN MADURA
- RANCANG BANGUN SISTEM PENGENALAN KUALITAS SUSU KEMASAN DENGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
- Evaluasi Penerapan Sistem Jaminan Keamanan Pangan Berbasis HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) Pada Proses Produksi Tahu Pong UD Gloria
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN STANDART SANITATION OPERATIONAL PROCEDURE (SSOP) PRODUKSI KERUPUK UYEL DI UD. SEKAR SURABAYA
Kembali ke Daftar 